Organda Tanggapi Maraknya Travel Gelap untuk Mudik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mobil travel gelap pengangkut pemudik yang disita Polisi terparkir di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan operasi khusus pada 8-10 Mei 2020 dan menangkap sebanyak 202 mobil travel gelap yang berupaya mengangkut pemudik keluar dari Jabodetabek. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ratusan mobil travel gelap pengangkut pemudik yang disita Polisi terparkir di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan operasi khusus pada 8-10 Mei 2020 dan menangkap sebanyak 202 mobil travel gelap yang berupaya mengangkut pemudik keluar dari Jabodetabek. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Organda menilai kesadaran masyarakat juga diperlukan dalam menghadapi maraknya travel gelap yang beroperasi membawa penumpang untuk mudik, tak hanya pengawasan aparat dan otoritas terkait.

    Ketua Bidang Angkutan Penumpang DPP Organda Kurnia Lesani Adnan mengatakan saat ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat berwenang melakukan penindakan. Pasalnya dalam kondisi saat ini juga memerlukan upaya dan kerja sama yang melibatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat.

    “Sekuat apa sih [pengawasan] aparat di jalan? Polri sudah menjaring 300-an unit tetapi masih ada saja. Ini kan kesadaran masyarakat juga yang diperlukan,” katanya, Jumat, 22 Mei 2020.

    Sekjen Organda Ateng Haryono mengatakan banyak angkutan gelap dan masyarakat yang tidak mengindahkan larangan mudik. Banyak yang sudah tertangkap, tetapi kemudian hanya diimbau saja dan akhirnya peristiwa tersebut berulang lagi.

    “Tujuan utamanya kan jadi enggak ketemu, yang mulanya disebut anti pencegahan Covid-19 enggak bisa berjalan dengan kondisi masyarakat saat ini,” ujarnya.

    Kementerian Perhubungan bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjaring sebanyak 95 unit kendaraan yang digunakan sebagai travel gelap untuk membawa penumpang yang ingin mudik.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan travel gelap tersebut hendak membawa penumpang yang ingin mudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur tanpa izin. Sebanyak 719 orang yang ingin mudik berhasil digagalkan.

    Berdasarkan data yang dilansir oleh Polda Metro Jaya, sejak operasi ini dijalankan pada 24 April 2020, telah berhasil disita sebanyak 377 kendaraan dan mencegah 2.225 orang yang akan mudik.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.