PLN Disjaya Tunda Investasi Rp 1 Triliun Akibat Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Listrik dan PLN. Getty Images

    Ilustrasi Listrik dan PLN. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara Persero atau PLN Unit Induk Jakarta Raya atau PLN Disjaya menunda investasinya pada 2020 senilai Rp 1 triliun dari semula Rp 3,6 triliun menjadi Rp 2,5 triliun akibat pandemi virus corona. General Manager PLN Disjaya Doddy B. Pangaribuan mengungkapkan perusahaan mengundurkan jadwal realisasi investasi hingga 2021.

    "Kami harapkan tahun depan kalau membaik bisa dilanjutkan," ujar Doddy dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat, 21 Mei 2020.

    Menurut dia, penundaan investasi itu bukan hanya berupa proyek pengembangan pembangkitan serta perbaikan mutu dan keandalan. Namun juga pelayanan listrik terhadap sejumlah pelanggan.

    Penundaan dari sisi permodalan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan melakukan efisiensi untuk menjaga stabilitas keuangan di masa krisis. Menurut Doddy, perusahaan telah menghitung pendapatan PLN Disjaya hingga akhir 2020 akan terkoreksi menjadi di bawah 16-18 persen dari target semula.

    "Itu skenario berat. Kalau recovery baru dimulai pada Januari 2021, pertumbuhan juga akan dikoreksi 16-18 persen," tuturnya.

    Di samping menunda investasi, perseroan telah melakukan efisiensi untuk pelbagai kegiatan. Misalnya memangkas anggaran perjalanan dinas dan transportasi untuk kegiatan pertemuan atau rapat lainnya yang bersifat fisik.

    Sepanjang masa pandemi virus corona, PLN mengalami penurunan beban konsumsi listrik, utamanya di sektor bisnis dan industri, hingga 40 persen. Sedangkan konsumsi listrik untuk rumah tangga hanya naik 6 persen. Adapun rerata beban puncak konsumsi listrik untuk wilayah Jawa dan Bali melorot hingga 25 persen.

    Dalam kondisi seperti ini, perusahaan pun menekan pengoperasian cadangan pembangkit listrik sebesar 30-35 persen dari total kebutuhan. "Namun, secara teknis, kami hitung dengan cermat bagaimana pengoperasian pembangkit listrik bisa efisien dan tetap optimal," tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.