Ini Produk E-Commerce yang Paling Diburu Selama WFH

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UKM Lazada Raih Target Maksimal di Harbolnas 2018. (dok Lazada)

    UKM Lazada Raih Target Maksimal di Harbolnas 2018. (dok Lazada)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia E-Commerce Association (IdEA) mencatat peningkatan belanja online untuk sejumlah produk selama masa work from home alias WFH. Barang-barang tersebut yaitu produk alat kesehatan, peralatan rumah tangga, dan barang-barang yang berkaitan dengan hobi.

    “Jadi ada shifting, kalau kalau yang paling populer barang-barang elektronik, jadi berpindah ke barang yang mendukung WFH,” kata Manager Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah IdEA Rofi Uddarojat dalam acara Ngobrol Tempo di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.

    Tren yang sama terjadi misalnya di salah satu e-commerce, Lazada. Namun selain ketiga produk, Lazada juga mencatat kenaikan belanja online pada produk pangan segar. Sehingga, Lazada pun meningkatkan kerja sama dengan petani dan Kementerian Pertanian. “Bagaimana bisa lebih banyak mengajak petani masuk ke e-commerce,” kata Chief Marketing Officer Lazada Indonesia.

    Selain Lazada, peningkatan aktivitas belanja dan transaksi online juga dirasakan oleh PayTren milik dai kondang, Yusuf Mansur. Terlebih, PayTren kini telah terdaftar dalam sistem Quick Response Code Standar (QRIS) dari Bank Indonesia (BI).

    Salah satunya yang terjadi di PayTren adalah meningkatnya aktivitas jual beli online antar komunitas selama Covid-19. Sehingga, PayTren pun meraup keuntungan karena menjadi salah satu metode pembayaran yang digunakan. Saat ini, jumlah transaksi di PayTren sudah mencapai 45 ribu per hari. “Sampai akhir tahun bisa di angka 1,5 juta per hari,” kata Yusuf.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan perdagangan online memang jadi prioritas pengembangan oleh kementeriannya di masa Covid-19 ini. Namun demikian, Ia menyadari saat ini e-commerce di tanah air masih didominasi produk impor.

    Padahal, kata dia, produk dalam negeri tidak kalah. Hanya saja, memang kualitas dan akses pasar dari produk lokal perlu ditingkatkan. Sehingga, Ia mengajak semua e-commerce untuk semakin terlibat. “Mendorong produk buatan Indonesia,” kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.