BPOM Operasikan Laboratorium untuk Uji Covid-19

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggelar konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/5/2020). (Foto: Rizal/Humas Jabar).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggelar konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/5/2020). (Foto: Rizal/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengapresiasi upaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah mengoperasikan Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan laboratorium di empat  Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk menguji spesimen virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

    Doni optimistis penambahan kapasitas laboratorium bisa membuat keamanan dan keselamatan petugas laboratorium bisa terjamin. "Diresmikannya laboratorium Biohazard Badan POM yang memiliki kapasitas bio safety level (BSL) 2 plus ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan personel yang melakukan pengujian," kata Doni dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2020.

    Dia berharap penambahan tempat pengujian laboratorium ini bisa terus bekerja secara efektif, produktif, dan dapat meningkat setiap harinya.

    "Kami optimistis secara terus menerus dilakukannya pengujian dengan mematuhi protokol kesehatan maka pandemi virus ini secepatnya akan berlalu," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Badan BPOM Penny K Lukito mengatakan sebagai bagian dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, BPOM berupaya melakukan berbagai langkah sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah RI dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.

    Menurut Penny K. Lukito, upaya preventif menjadi langkah yang sangat penting dilakukan, mengingat bahwa hingga saat ini belum ditemukan terapi yang secara spesifik dapat mengobati Covid-19. Salah satunya melalui pengujian laboratorium terhadap spesimen Covid-19 menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan memanfaatkan metode amplifikasi DNA virus SARS CoV-2, yang merupakan penyebab Covid-19.

    “Ketepatan dan kecepatan hasil uji yang valid sangat diperlukan. Semakin cepat hasil uji spesimen Covid-19, semakin cepat penanganan yang tepat dapat dilakukan,” kata Penny K. Lukito.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.