Kemenhub: Kendaraan yang Mencoba Keluar dari Jakarta Meningkat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menghentikan mobil pribadi yang memaksakan untuk mudik saat menerapkan pelarangan mudik di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2020. Hari kedua penerapan pelarangan mudik di akses tol Jakarta - Cikampek masih banyak pengendara yang memaksakan untuk mudik dan tidak menerapkan jarak sosial. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Polisi menghentikan mobil pribadi yang memaksakan untuk mudik saat menerapkan pelarangan mudik di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2020. Hari kedua penerapan pelarangan mudik di akses tol Jakarta - Cikampek masih banyak pengendara yang memaksakan untuk mudik dan tidak menerapkan jarak sosial. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah kendaraan yang mencoba meninggalkan Jakarta menuju Gerbang Tol Cikarang Barat meningkat pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2020. Jumlah tersebut bahkan diperkirakan melampaui total kendaraan yang terjaring, kemarin.

    "Diperkirakan mulai tadi malam hingga hari ini (22 Mei) lebih berat untuk kendaraan-kendaraan yang diminta putar balik," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat dihubungi Tempo pada hari Jumat, 22 Mei 2020.

    Budi menerangkan, peningkatan lalu-lintas kendaraan ini terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri lantaran masyarakat masih mencoba untuk pulang ke kampung halaman di masa pelarangan mudik. Kondisi serupa diperkirakan masih terus berlangsung hingga 25 Mei 2020.

    Untuk mengoptimalkan pengawasan di lapangan, ia menyebut Kementerian bersama Polri akan menambah jumlah petugas yang berjaga di lapangan. "Sedangkan untuk lalu-lintas aglomerasi, kami merujuk pada aturan gubernur di masing-masing daerah," tuturnya.

    Kementerian Perhubungan telah menyiapkan tiga fase pengetatan pengawasan di jalur darat, yakni jalan tol, jalan arteri, hingga jalan tikus untuk mencegah terjadinya mudik menjelang Idul Fitri. Dari masing-masing fase, Kementerian akan menambah jumlah personel yang berjaga di titik-titik cek poin.

    Adapun fase pertama adalah fase antisipasi. Fase ini dilakukan hingga 23 Mei 2020 dengan penguatan tim yang berjaga pada posko di semua jalan. Selama fase itu dijalankan, petugas lapangan akan menegakkan larangan mudik seperti yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

    Penindakan dilakukan untuk mobil pribadi, travel, maupun bus. Sementara itu, armada yang membawa angkutan khusus atau penumpang dengan kriteria non-mudik, seperti petugas medis, pegawai yang melakukan perjalanan dinas, hingga WNI repatriasi akan ditandai dengan stiker khusus.

    Selanjutnya, fase kedua dilakukan pada hari pertama dan kedua Lebaran, yakni 24 hingga 25 Mei 2020. Pada fase ini, Kementerian Perhubungan akan melakukan penyekatan untuk rute-rute pendek, seperti Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, dan Jakarta-Kuningan.

    Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya aktivitas mudik dari Jabodetabek ke provinsi-provinsi sekitarnya atau non-wilayah aglomerasi. Kemudian pada tahap ketiga, yakni pasca-Lebaran, pengetatan pengawasan dikonsentrasikan untuk kendaraan yang bakal masuk ke Jabodetabek.

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebelumnya mencatat ada 4.003 kendaraan yang terindikasi mudik hingga H-4 Lebaran. Ribuan kendaraan itu dikeluarkan ke gerbang tol terdekat di cek poin KM 31 Cikarang Barat Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

    General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati menyatakan jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak memberlakukan aturan pengendalian transportasi pada 24 April 2020 lalu.

    “Dari total 4.003 kendaraan yang dialihkan tersebut di antaranya sekitar 3.664 kendaraan pribadi dan 339 merupakan kendaraan angkutan penumpang,” tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.