Pertamina Prediksi Konsumsi Gas Elpiji Naik 5 Persen Saat Lebaran

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengisian gas Elpiji tabung 3 kg di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 21 Mei 2018. Depot ini mampu mendistribusikan Elpiji 3 kg sebanyak 66.000 tabung per harinya dengan pendistribusian wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pengisian gas Elpiji tabung 3 kg di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 21 Mei 2018. Depot ini mampu mendistribusikan Elpiji 3 kg sebanyak 66.000 tabung per harinya dengan pendistribusian wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memprediksi pada masa Lebaran tahun ini permintaan gas elpiji naik di kisaran 5 persen dibandingkan kondisi normal yaitu sekitar 25.847 metrik ton per hari menyusul peningkatan kebutuhan rumah tangga untuk menyiapkan makanan bagi keluarga.

    "Tren peningkatan kebutuhan gas elpiji dimulai sejak berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana aktivitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah dan konsumsi makanan untuk keluarga lebih tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari raya, Pertamina menyediakan stok LPG yang aman dan mencukupi. Seluruh fasilitas kami beroperasi dengan tanki LPG terisi maksimal," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.

    Fajriyah menambahkan untuk melayani kebutuhan gas elpiji tersebut Pertamina telah menyiagakan 657 SPBBE, 3.908 agen dan 177.717 gerai untuk melayan gas elpiji PSO, serta 808 agen dan 84.712 gerai LPG nonPSO. Selain memenuhi kebutuhan gas elpiji, Pertamina juga menyalurkan jaringan gas (Jargas) untuk 220 ribu rumah tangga.

    Berbeda dengan gas elpiji, menurut Fajriyah, kebutuhan BBM justru mengalami penurunan tajam pada seluruh produk. Untuk BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) diperkirakan mengalami penurunan hingga 27,5 persen atau sekitar 67,7 Kilo Liter (KL) per hari dibandingkan pada realisasi penyaluran BBM dalam kondisi normal.

    Penurunan juga terjadi pada BBM jenis Gasoil sekitar 22,8 persen atau 31,9 KL per hari. Untuk jenis Avtur diperkirakan sebesar 602 KL per hari atau turun 95 persen dibandingan kondisi normal.

    "Kebutuhan BBM jelang perayaan Idul Fitri tahun ini menurun signifikan, karena kita masih berada dalam suasana pandemi COVID-19 sehingga mobilitas kendaraan di dalam kota dan antarwilayah sangat rendah dan tidak banyak memerlukan BBM," katanya dalam keterangan resmi PT Pertamina.

    Kendati menurun, tutur Fajriyah, Pertamina tetap mengoperasikan 7.023 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia dengan stok penuh.

    Untuk mendukung penyaluran BBM dan LPG bagi masyarakat dalam perayaan Idul Fitri, Pertamina menyiagakan sarana dan fasilitas penyaluran yakni 114 Termina BBM, 23 Terminal LPG serta 69 DPPU.

    Guna meningkatkan pelayanan, lanjut Fajriyah, Pertamina menyediakan layanan pesan antara atau Pertamina Delivery Service melalui Contact Centre 135. Untuk memudahkan transaksi, Pertamina juga memberikan fasilitas tambahan pola bayar non-tunai melalui aplikasi My Pertamina-LinkAja di SPBU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.