Siapkan Uang Tunai Lebaran Rp 2,6 T, BI Yogya: Dikarantina Dulu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukkan uang pecahan kecil seusai mengikuti layanan penukaran uang yang digelar oleh Bank Indonesia di Stasiun Balapan, Solo, Jawa Tengah, Senin 13 Mei 2019. Pelayanan penukaran uang pecahan kecil pada Kas Keliling Bank Indonesia Solo tersebut untuk memperluas akses serta kemudahan masyarakat dalam menukarkan uang jelang Lebaran. ANTARA FOTO/Maulana Surya

    Warga menunjukkan uang pecahan kecil seusai mengikuti layanan penukaran uang yang digelar oleh Bank Indonesia di Stasiun Balapan, Solo, Jawa Tengah, Senin 13 Mei 2019. Pelayanan penukaran uang pecahan kecil pada Kas Keliling Bank Indonesia Solo tersebut untuk memperluas akses serta kemudahan masyarakat dalam menukarkan uang jelang Lebaran. ANTARA FOTO/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DI Yogyakarta telah menyiapkan uang tunai untuk kebutuhan Lebaran senilai Rp 2,6 triliun. Uang ini terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil (UPK).

    Mengingat situasi pandemi, stok uang tunai yang dipersiapkan pada Lebaran tahun ini turun 50 persen dibandingkan tahun 2019 lalu. Uang tunai tersebut juga menjalani perlakuan khusus, yakni dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari.

    "Dalam penyediaan uang yang layak edar dan higienis untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, kami mengkarantina lebih dulu uang rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan," ujar Direktur Bank Indonesia DI Yogyakarta Hilman Tisnawan di Yogyakarta, Kamis 21 Mei 2020.

    Hilman menuturkan, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memperhatikan higienitas sumber daya manusia dan perangkat pengolahan uang. "Khusus untuk UPK, Bank Indonesia DIY menyediakan seluruhnya dengan kondisi gres belum pernah beredar di masyarakat atau biasa disebut Hasil Cetak Sempurna (HCS)," ujarnya.

    Sedangkan untuk UPB, Bank Indonesia DIY menyiapkan stok dengan dua kondisi yaitu HCS dan Uang Layak Edar (ULE) eks peredaran di masyarakat yang sudah melalui proses karantina selama 14 hari dan diberikan disinfektan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.