Bappenas: Tiga Proyek SDGs Dapat Pendanaan Internasional Rp 27 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyebutkan tiga proyek kemitraan publik-swasta mendapat pendanaan dalam skema scale-up funding dari Partnering for Green Growth and The Global Goals 2020 atau P4G.

    Nilai pendanaannya mencapai US$ 1,847 juta atau sekitar Rp 27 miliar (kurs Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat). Pemerintah mengapresiasi ketiga proyek kemitraan terpilih yang fokus pada prioritas pembangunan Indonesia,” kata Suharso dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.

    P4G sendiri adalah sebuah inisiatif global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 12 negara menjadi anggota P4G. Selain Indonesia, ada juga Bangladesh, Cile, Republik Korea, dan negara lainnya. 

    P4G ini pun didanai oleh pemerintah Denmark dan Belanda. Pendanaannya mencapai US$ 100 ribu untuk kemitraan start-up dan Rp 1 juta untuk kemitraan scale-up. Pendanaan diberikan untuk program di lima sektor pembangunan berkelanjutan, yaitu pangan dan pertanian, air, energi, kota, dan ekonomi sirkular. 

    Adapun tiga proyek di Indonesia yang mendapat pendanaan ini yaitu. Pertama, Women's Livelihood Bond Series sebesar US$ 491 ribu. Ini adalah proyek solusi keuangan inovatif berbasis pasar yang dirancang untuk memobilisasi permodalan dalam rangka pemberdayaan perempuan. 

    Kedua, Halving Food Loss and Waste by Leveraging Economic Systems (FLAWLESS) sebesar US$ 825 ribu. Ini adalah proyek pengembangan, pengujian, dan implementasi model yang layak secara komersial dan akan menghasilkan keuntungan finansial dengan mengurangi limbah makanan.

    Ketiga, Getting to Zero Coalition sebesar US$ 530 ribu. Ini adalah proyek yang berupaya mendorong beroperasinya kapal pengangkutan tanpa emisi pada 2030 yang akan mendukung perdagangan internasional. 

    Dalam pelaksanaannya, ketiga proyek ini tidak hanya dijalankan di Indonesia saja. Beberapa negara anggota terlibat. Untuk proyek Getting to Zero Coalition misalnya, proyek ini akan dijalankan di Indonesia, Meksiko, dan Afrika Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.