Kebijakan Stimulus Kelistrikan Diperpanjang hingga September

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemeriksaan dan pencatatan meteran listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    Pemeriksaan dan pencatatan meteran listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memutuskan kebijakan stimulus kelistrikan atas dampak virus Corona atau Covid-19 diperpanjang hingga bulan September 2020. Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Yudo Dwinanda Priadi mengatakan total anggaran stimulus bidang energi untuk mengantisipasi dampak Covid-19 sebesar Rp 6,9 triliun.

    Rinciannya adalah Rp 3,5 triliun diperuntukkan bagi seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan sebagian 900 VA selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni 2020. Sisanya, stimulus senilai Rp 3,4 triliun ditujukan kepada UMKM dan industri kecil. Kebijakan ini belakangan diputuskan diperpanjang hingga September mendatang.

    Keringanan beban biaya listrik ini adalah bagi pelanggan rumah tangga, industri kecil hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi langkah stimulus pemerintah dalam mengutamakan stabilitas penyediaan energi bagi masyarakat bawah.

    Yudo menjelaskan, adanya stabilitas akses energi akan membuka peluang baru bagi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Terlebih, pembangkit EBT dianggap memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dan sejalan dengan kebijakan International Energy Agency (IEA) atau badan yang melaksanakan program energi internasional.

    "Justru ini momentum memperkenalkan lebih banyak EBT sebagai alat utama untuk memastikan stabilitas dan keamanan energi jangka panjang. Kami apresiasi dukungan IEA dalam implementasi efisiensi energi di Indonesia," kata Yudo, Rabu, 20 Mei 2020.

    Meski begitu, pemerintah tak menampik bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi. Saat ini, Pemerintah tengah menggodok Peraturan Presiden tentang Feed in Tariff untuk mendorong investasi energi terbarukan. "Semoga peraturan baru ini dapat menciptakan lingkungan yang ramah untuk investasi dan menciptakan banyak peluang bagi investor," kata Yudo.

    Untuk memuluskan langkah tersebut, menurut Yudo, pemerintah Indonesia juga menggandeng IEA untuk mengintegrasikan kebijakan subsektor EBT. "Publikasi tentang investasi energi yang disiapkan oleh IEA untuk Indonesia semoga dapat mendorong pengembangan EBT."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.