Dirut Krakatau Steel: Permintaan Baja Nasional Turun 50 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pekerja mengamati proses produksi baja di PT Gunung Steel Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 26 Februari 2015. Penyerapan tenaga kerja di industri baja sebanyak 200.000 orang. TEMPO/Tony Hartawan

    Dua pekerja mengamati proses produksi baja di PT Gunung Steel Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 26 Februari 2015. Penyerapan tenaga kerja di industri baja sebanyak 200.000 orang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Silmy Karim, mengatakan bahwa industri baja di tanah air kini masih terus terpukul pandemi Covid-19. Saat ini, permintaan baja nasionalan anjlok 40 sampai 50 persen.

    “Covid-19 telah membuat operasional dan produksi di sektor besi dan baja mengalami penurunan signifikan,” kata Silmy yang juga Ketua Asosiasi Besi dan Baja Nasional (IISIA) ini dalam acara Steel Industri Roundtable pada Rabu, 20 Mei 2020.

    Meski demikian, ia optimistis jika kondisi akan segera membaik setelah Covid-19. Hanya saja, kata dia, ada masalah lain yaitu peningkatan importasi besi dan baja di tanah air. Sehingga, kata dia, sangat dibutuhkan peran pemerintah dalam komitmen peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

    Menanggapi ini, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah mengeluarkan sejumlah insentif untuk melindungi BUMN yang terdampak Covid-19 seperti Krakatau Steel. Ia menyadari, Krakatau Steel adalah satu dari sekian banyak BUMN yang ikut terdampak.

    Meski demikian, Budi meminta perusahaan baja seperti Krakatau Steel dan yang lainnya, termasuk swasta, untuk mencari pasar baru. Ia mencontohkan bagaimana di tengah Covid-19, kebutuhan jarum suntik meningkat. “Bahannya dari baja,” kata dia.

    Dari informasi yang diterima, Budi mengatakan konsumsi jarum suntik Indonesia saat ini mencapai 400 juta. Walau industri kesehatan bukan pasar baja yang besar, tapi Budi ingin pengusaha melihat peluang semacam ini. “Coba komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.