Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat ke 14.775 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka menguat 15 poin atau 0,1 persen ke level Rp 14.755 per dolar AS pada pagi hari ini bila dibandingkan dengan level rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Rp 14.770 per dolar AS. Penguatan kurs rupiah itu seiring dengan pergerakan indeks dolar AS yang naik tipis 0,06 persen atau 0,059 poin ke posisi 99,430.

    Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston memperkirakan kurs rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Penguatan rupiah ini didukung optimisme pasar terhadap harapan vaksin Covid-19 yang meningkatkan selera investasi aset berisiko.

    Rupiah juga dinilai bakal melanjutkan penguatannya didukung sentimen pelonggaran lockdown oleh beberapa negara. Tak hanya itu, kemajuan penemuan vaksin memberikan harapan bahwa ekonomi akan segera pulih.

    Sebelumnya diketahui perusahaan bioteknologi Moderna Inc., mengaku memiliki perkembangan positif terhadap penelitian vaksin Covid-19 sehingga meningkatkan harapan pasar bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Namun begitu, pasar tampak masih akan mewaspadai perkembangan wabah.

    "Dan juga potensi perang dagang antara AS dan Cina sehingga rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 14.700 hingga Rp 14.900 per dolar AS,” ujar Ariston, Selasa, 19 Mei 2020.

    Sementara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini dengan rentang pergerakan di level Rp 14.750 - Rp 14.820 per dolar AS.

    Dia menilai keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan sudah tepat. Kemarin, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,5 persen.

    “Karena, yang harus diperhatikan saat ini adalah penambahan stimulus baru seperti apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika dan Bank Sentral Eropa sehingga ada sinkronisasi antara bank sentral global,” ujar Ibrahim dikutip dari keterangan resminya.

    Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa kemarin, rupiah ditutup terapresiasi 0,542 persen atau 80 poin ke level Rp 14.770 per dolar AS. Nilai tukar rupiah berhasil mencatatkan penguatan terhadap greenback selama tiga hari berturut-turut.

    Kinerja itu pun menjadi kinerja penguatan terbaik ketiga di antara mata uang Asia lainnya, yaitu tepat di bawah won yang menguat 0,58 persen dan ringgit yang naik 0,57 persen. Selain itu, penguatan kali ini juga membantu rupiah untuk memangkas penurunannya sepanjang tahun berjalan 2020 menjadi hanya sebesar 6,1 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.