100 Calon Penumpang Ditolak di Bandara Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang antre sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Jumat 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    Calon penumpang antre sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Jumat 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP mencatat, hingga Selasa, 19 Mei 2020, sebanyak 100 calon penumpang angkutan non-mudik ditolak di Bandara Soekarno-Hatta. Penumpang tersebut rata-rata tidak memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    “Sejak di Checkpoint I dilakukan pemeriksaan ketat dan memang ada calon penumpang pesawat masih tidak membawa dokumen perjalanan lengkap," ujar Kepala KKP Kelas I Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Selasa petang, 19 Mei 2020.

    Selain itu, penumpang tidak mengantongi surat-surat keterangan yang valid sebagai bukti perjalanan khususnya. Surat yang dimaksud ialah surat dinas seperti yang disyaratkan oleh Tim Gugus Tugas hingga surat keterangan sehat maupun keterangan bebas Covid-19 dari hasil tes rapid. Beberapa penumpang bahkan membawa hasil tes PCR yang sudah kedaluwarsa.

    Anas melanjutkan, KKP bukan hanya menolak calon penumpang, namun juga menolak ratusan orang yang datang ke bandara tanpa lebih dulu membeli tiket. "Mereka ke Soekarno-Hatta tanpa memiliki tiket penerbangan dan tidak membawa satu pun dokumen yang dipersyaratkan," tuturnya.

    Pemerintah sebelumnya telah mengatur kriteria penumpang yang boleh melakoni perjalanan dengan transportasi umum, termasuk pesawat, di masa pembatasan mobilisasi. Calon penumpang pesawat yang diizinkan melakukan perjalanan adalah orang dengan kebutuhan dinas, tenaga medis, WNI repatriasi, hingga orang dengan keperluan perjalanan sangat mendesak karena ada keluarga intinya yang meninggal.

    President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya telah menerapkan prosedur pengetatan pengamanan di bandara sejak penerbangan khusus dibuka. Dia menyatakan, ada empat titik checkpoint yang harus dilalui penumpang di bandara.

    "Checkpoint I untuk verifikasi dokumen perjalanan; checkpoint II pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan; checkpoint III validasi seluruh dokumen dan klirens dari KKP; checkpoint IV ketika penumpang check in," ucapnya.

    Adapun berdasarkan catatan perseroan, pada 15 hingga 18 Mei 2020, jumlah penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tercatat sebanyak 625 jadwal. Seluruhnya terdiri atas penerbangan berjadwal rute internasional dan domestik, kargo, repatriasi WNI dan penerbangan khusus tidak berjadwal.

    Awaluddin merinci, pada 15 Mei terdapat 173 penerbangan . Kemudian, pada 16 Mei tercatat ada 161 penerbangan, 17 Mei ada 161 penerbangan, dan 18 Mei ada 130 penerbangan.

    “Melalui prosedur baru, proses keberangkatan rute domestik berjalan lancar dan mengedepankan physical distancing. Pengawasan tetap dilakukan secara ketat,” tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.