Kuartal I 2020, Penyaluran Kredit BNI Tumbuh 11,2 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harga saham BBNI pada 26 Maret sempat menyentuh Rp 2.970/saham, dan merupakan level terendah satu dekade terakhir atau sejak 16 Agustus 2010.

    Harga saham BBNI pada 26 Maret sempat menyentuh Rp 2.970/saham, dan merupakan level terendah satu dekade terakhir atau sejak 16 Agustus 2010.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada kuartal I tahun 2020, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mencatatkan pertumbuhan kredit  sebesar 11,2 persen. Hal itu tercermin dari pencapaian kredit triwulan I tahun 2019 yang mencapai Rp 520,35 triliun, sementara pada periode yang sama tahun ini sudah menembus Rp 579,60 triliun.

    "Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, pinjaman tumbuh 4,1 persen year to date. Hal ini sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi COVID-19," kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan saat paparan kinerja BNI secara virtual, Selasa 19 Mei 2020.

    Adapun peningkatan kredit, kata Putrama, ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK sebesar 10,4 persen YoY. Dana pihak ketiga tumbuh dari Rp 575,75 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 635,75 triliun pada kuartal I 2020.

    "Dengan pertumbuhan DPK yang baik, pada triwulan satu ini BNI memiliki loan to deposit ratio atau LDR BNI tercatat sebesar 92,3 persen," kata Putrama.

    Namun, Putrama menekankan, kinerja yang solid ini tak membuat perseroan kehilangan kewaspadaan terhadap kondisi perekonomian ke depan yang belum dapat diprediksi secara akurat. Hal itu disebabkan oleh dampak penyebaran COVID-19 yang belum dapat diperkirakan akhir berakhir dalam waktu dekat.

    Terlebih pada kuartal I 2020, kata Putrama, indikasi pengaruh pandemi virus corona telah mempengaruhi terhadap peningkatan rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) BNI itu sendiri.  "Dari 2,3 persen pada 2019 menjadi 2,4 persen pada 2020," ucapnya. Meskipun menurutnya, NPL perseroan masih berada pada batas aman yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.