Dolar AS Tergerus Uji Coba Vaksin Corona, Rupiah Menguat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks dolar AS terpantau mengalami penurunan terhadap mata uang utama pada hari Selasa 19 Mei 2020 ini. Melorotnya nilai tukar dolar AS ini ditengarai akibat uji coba vaksin Corona, yang mengurangi permintaan safe-haven untuk greenback.

    Dalam publikasi risetnya, tim analis Monex Investindo Futures menuliskan bahwa dolar AS melemah akibat uji coba vaksin untuk COVID-19 mengurangi permintaan safe-haven untuk greenback. "Volatilitas turun untuk saham dan biaya pendanaan dolar lebih rendah. Mudah bagi dolar untuk turun dan mata uang lainnya naik lebih tinggi dari kerugian dolar." 

    Sebelumnya, saham Wall Street, aset pasar berkembang, dan komoditas semuanya menguat setelah terdorong dari data uji coba vaksin Corona oleh produsen obat AS Moderna. Sentimen itu menambah optimisme karena semakin banyak negara mengurangi lockdown.

    Sementara itu, Euro mempertahankan keuntungan yang cukup besar terhadap franc Swiss dan dolar setelah proposal dari Perancis dan Jerman untuk 500 miliar euro dana pemulihan yang menawarkan hibah ke daerah-daerah yang paling terpukul oleh krisis coronavirus. "Ada peningkatan besar dalam sentimen risiko karena harapan untuk vaksin," papar Monex, mengutip ahli strategi di Tokyo, Selasa.
     
    Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 14.10 WIB rupiah berada di level Rp14.800 per dolar AS, menguat 0,34 persen atau 50 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya menuju Rp 14.815 per dolar AS. Adapun, pada perdagangan kali ini rupiah dibuka di level Rp 14.805 per dolar AS.

    Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp 14.823 per dolar AS. Artinya, rupiah menguat 62 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp 14.885 pada Senin kemarin.

    BISNIS
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.