Defisit Diprediksi 6,27 Persen, Chatib Basri: Saya Tak Terkejut

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chatib Basri. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Chatib Basri. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyebut kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid - 19 serta untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha, dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebutuhan.

    Dengan kebutuhan anggaran yang berubah-ubah, Chatib tak terkejut jika defisit fiskal yang kemarin dipasang di atas 6 persen dari produk domestik bruto (PDB) akan melebar dari angka yang telah ditetapkan.

    "Sekarang 6 persen, saya tidak akan terkejut kalau naik lagi karena kebutuhan," kata Chatib dalam Webinar Kanopi:Through Covid - 19 and Beyond, Selasa 19 Mei 2020.

    Chatib justru menyoroti pihak-pihak yang menganggap jalan melebarkan defisit akan membahayakan pengelolaan fiskal. Dia tak menampik, sebagai mantan Menkeu dia selalu mengharapkan pengelolaan fiskal selalu prudent.

    Namun dengan kondisi pandemi seperti saat ini yang diperparah dengan aktivitas ekonomi mulai melambat, menurut Chatib, pemerintah mau tak mau harus menyedikan dana untuk mendukung pengentasan masalah kesehatan, proteksi sosial, dan mendukung aktivitas dunia usaha.

    Apalagi pemerintah saat ini juga tak dituntut bertindak cepat, sementara sumber data yang dimiliki terkadang saling bertentangan. Kondisi inilah yang menurutnya menyulitkan pemerintah dalam menentukan dosis kebijakan yang pas. 

    "Jadi tema fiskalnya adalah whatever it takes. Sejauh ini berdasarkan penjelasan, pemerintah telah sangat prepare, bahkan kalau ada perpanjangan proteksinya itu ada," jelasnya.

    Seperti diketahui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan defisit anggaran pada 2020 diproyeksikan mencapai 6,27 persen dari PDB, lebih lebar dari defisit pada Perpres No. 54/2020 yang mencapai 5,07 persen dari PDB. Dengan ini, nominal defisit anggaran meningkat dari Rp852,9 triliun menjadi Rp1.028,5 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.