IPC Siapkan Skenario New Normal di Pelabuhan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal Kapal Pesiar MV Carnival Splendor tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Sebelum dibawa menuju hotel untuk dilakukan isolasi mandiri selama satu minggu, 375 WNI tersebut terlebih dahulu menjalani rapid test. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal Kapal Pesiar MV Carnival Splendor tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Sebelum dibawa menuju hotel untuk dilakukan isolasi mandiri selama satu minggu, 375 WNI tersebut terlebih dahulu menjalani rapid test. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II/IPC (Persero) berkomitmen mendukung berbagai kebijakan pemerintah terkait penanggulangan pandemi Covid-19, termasuk antisipasi pemberlakuan tahapan skenario the new normal di lingkungan kerja pelabuhan.

    "Skenario new normal ini merupakan kelanjutan dari penerapan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di lingkungan kerja dan operasional IPC. Prosedur antisipasi penyebaran virus corona di pelabuhan tersebut akan dijadikan acuan standar operasional baru," kata Direktur Utama IPC Arif Suhartono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

    Arif menjelaskan sejak awal penyebaran wabah virus corona, perseroan langsung merespons dengan memberlakukan prosedur tambahan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja seluruh karyawan serta semua pemangku kepentingan terkait.

    Kewajiban menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang biasa diterapkan, misalnya, kemudian ditambah dengan kewajiban mengenakan masker dan sarung tangan. Langkah tersebut harus diambil karena layanan kepelabuhanan terus berjalan di tengah pandemi.

    "Sebelum Covid-19 merebak, semua karyawan IPC, baik organik maupun non organik, termasuk tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di lapangan sudah diwajibkan menggunakan APD standar berupa helm kerja, rompi dan sepatu khusus lapangan. Ketika wabah merebak, IPC menerapkan prosedur tambahan berupa kewajiban menggunakan masker dan sarung tangan," katanya.

    Arif melanjutkan, ketika pemerintah mengeluarkan imbauan terkait pencegahan penyebaran Covid-19, perseroan juga langsung menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pelabuhan.

    Protokol kesehatan itu termasuk social distancing dan physical distancing, penyediaan sarana kesehatan, alat pendeteksi suhu tubuh, penyemprotan disinfektan di ruang kerja, prosedur kunjungan tamu, hingga kebijakan tugas dinas karyawan.

    Kebijakan work from home (WFH) juga diberlakukan dan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan kondisi dan arahan pemerintah.

    Lantaran situasi di lapangan pasca pandemi Covid-19 tak lagi sama, IPC sedang menyusun timeline pelaksanaan skenario new normal terkait keamanan dan kesehatan, baik untuk pekerja, mitra komersial, dan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan dengan mengacu pada arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di wilayah kerja perseroan.

    IPC juga memastikan layanan pelabuhan terus berjalan dengan baik di seluruh lini pelabuhan. "Untuk memastikan operasional tetap berjalan, IPC menyiapkan pengaturan deployment yang efektif di seluruh terminal, sehingga setiap kapal dapat terlayani sesuai dengan jadwal kedatangannya tanpa terganggu pembatasan aktivitas masyarakat dengan tetap menjalankan protokol Covid-19," ujar Arif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.