Mirza Adityaswara: BI Masih Ada Ruang Turunkan Suku Bunga 50 Bps

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra (kiri) dan Presiden Komisaris OVO Mirza Adityaswara (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Senayan, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Francisca

    Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra (kiri) dan Presiden Komisaris OVO Mirza Adityaswara (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Senayan, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Francisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Lembaga Perkembangan Perbankan Indonesia Mirza Adityaswara menilai Bank Indonesia masih memiliki ruang menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate 50 basis poin.  

    "Kalau sekarang BI rate 4,5 persen, inflasi 2,5-3 persen. Jika ekonomi masih terus melambat, misal kuartal dua negatif, kami melihat sekarang dengan positive real policy rate masih ada sekitar 1,5 persen, mungkin BI sebenarnya masih punya ruang menurunkan suku bunga acuan 50 basis poin lagi," kata Mirza dalam diskusi virtual, Selasa, 19 Mei 2020.

    Positive real policy rate atau selisih antara BI rate dengan inflasi, kata mantan Deputi Gubernur Senior BI, menjadi pertimbangan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau tidak. Kalau tidak positif, maka dianggap bahwa menanamkan uang di rupiah itu menjadi kurang bermanfaat, karena termakan oleh inflasi.

    Meski masih ada ruang, Mirza mengatakan penurunan suku bisa bulan ini atau bulan berikutnya. "Tapi apakah akan digunakan ruang ini sekarang atau akan digunakan nantinJuli Juli setelah angka kuartal II PDB keluar," ujarnya.

    Adapun hari ini BI akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur 18-19 Mei 2020.

    Ekonom Permata Bank Josua Pardededede mengatakan pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini, Bank Indonesia diperkirakan memangkas BI 7 Day Repo Rate sebesar 25 basis poin ke level 4,25 persen. Keputusan itu, dia nilai mempertimbangkan beberapa indikator makroekonomi.

    Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta juga memperkirakan
    BI lebih cenderung kepada menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps. "Hal itu demi mendukung kelancaran pada kinerja di sektor rill sehingga membuat kinerja pertumbuhan ekonomi kita lebih sustainable," kata dia.

    Sedangkan Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan Bank Indonesia hanya punya pilihan menahan atau menurunkan suku bunga acuan. Apalagi suku bunga global sudah Lebih dulu turun hingga mendekati nol.

    "Saya perkirakan BI akan menahan penurunan suku bunga pada bulan ini. BI baru akan menurunkan suku bunga bulan depan bersamaan dengan pelonggaran aktivitas sosial, berdamai dengan wabah covid-19," ujar Piter.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.