2019, Laba PLN Anjlok Jadi Rp 4,32 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan di kecamatan Ketibung, Lampung. ANTARA/Agus

    Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan di kecamatan Ketibung, Lampung. ANTARA/Agus

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN mencatat laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 4,32 triliun. Angka laba bersih itu turun dari kinerja tahun sebelumnya sebesar Rp11,56 triliun.

     

    Di sisi lain, tercatat Laba Operasi setelah Subsidi Pemerintah Rp44,16 Triliun dengan EBITDA tahun 2019 Rp81,66 Triliun. "Dengan kondisi tarif listrik yang tidak naik sepanjang tahun 2019, Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp285,64 Triliun meningkat 4,67 persen dari tahun lalu," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Mei 2020.

     

    Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 245,52 Terra Watt hour (TWh) atau naik 4,65 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 234,62 TWh. Peningkatan penjualan kWh ini didukung oleh adanya pertumbuhan jumlah pelanggan.

     

    Jumlah pelanggan itu sampai dengan akhir Desember 2019 telah mencapai 75,7 juta dengan daya tersambung 136.600 MVA atau bertambah sebanyak 3,8 juta pelanggan dengan daya 7.700 MVA dari posisi akhir Desember 2018 sebesar 71,9 juta pelanggan. "Dengan demikian, rasio elektrifikasi nasional dapat digenjot dari 98,3 persen di tahun 2018 menjadi 98,89 persen pada akhir tahun 2019," kata Made.

     

    Secara operasional, hingga akhir tahun 2019, perusahaan telah menambah kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 4.588 Mega Watt (MW) dari 57.646 MW pada tahun 2018 menjadi 62.234 MW pada tahun 2019. Jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi meningkat 6.211 kilometer sirkuit (kms), dari 53.606 kms pada tahun 2018 menjadi 59.817 kms sampai dengan akhir tahun 2019. Adapun penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 17.507 Mega Volt Ampere (MVA) dari 131.164 MVA pada tahun 2018 menjadi 148.671 MVA.

     

    "Hasil audit subsidi dan kompensasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan terjadinya penurunan Biaya Pokok Produksi tahun 2019 dibandingkan 2018, hal ini merupakan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh PLN selama tahun 2019," ujar Made.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.