Dampak Covid-19, Bulog Gelontorkan Bansos Beras di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18 Maret 2020. Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras. Foto: BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18 Maret 2020. Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras. Foto: BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Bulog telah menyalurkan bantuan sosial berbentuk beras kepada 933.725 keluarga penerima manfaat (KPM) di Jabodetabek hingga 17 Mei 2020. Perusahaan pelat merah tersebut sebelumnya telah ditugaskan untuk ikut menyalurkan bantuan ke 1,4 juta KPM selama pandemi Covid-19 berlangsung.

    "Dengan begitu, realisasi penyaluran bantuan Bulog telah mencapai 64,36 persen," ujar Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perusahaan Umum Bulog Tri Wahyudi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin, 18 Mei 2020.

    Secara rinci, Tri menjelaskan penyaluran terbesar dilakukan untuk kawasan DKI Jakarta. Di Jakarta Pusat, perusahaan sudah merealisasikan pemberian beras kepada 89.904 keluarga atau 99,7 persen.

    Kemudian, di Jakarta Barat, bantuan telah disalurkan ke 216.662 keluarga atau 99,87 persen. Selanjutnya berturut-turut di Jakarta Selatan sebanyak 189.627 atau 96,05 persen keluarga sudah menerima bantuan, di Jakarta Timur 270.773 atau 98,89 persen keluarga, di Jakarta Utara sebanyak 165.067 atau 104,16 persen, dan Kepulauan Seribu mencapai 1.369 keluarga atau 42,2 persen.

    Sedangkan penyaluran bantuan di Kota Bekasi baru mencapai 291 keluarga atau 0,15 persen. Lalu, di Kota Bogor, baru 112 atau 0,16 persen keluarga yang menerima bantuan. Sedangkan di Depok, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang, realisasi bantuan masih 0 persen.

    Penugasan Bulog untuk menyalurkan beras ini sempat disinggung oleh Menteri Sosial Juliari Batubara dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI. Berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, bansos sembako senilai Rp 600.000 per keluarga per bulan nantinya tidak akan diberikan dalam bentuk paket sembako yang terdiri atas berbagai jenis produk. Namun juga akan diselingi oleh penyaluran dalam bentuk beras.

    "Instruksi Presiden terakhir, bansos tidak seluruhnya sembako yang beraneka ragam tapi juga diselingi beras. Jadi dalam 6 kali penyaluran selama tiga bulan, 4 kali penyaluran sembako, 2 kali dalam bentuk beras. Dalam hal ini yang ditugasi Perum Bulog," kata Juliari, 6 Mei 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.