Anggaran Subsidi Listrik Ditambah Jadi Rp 61,69 Triliun

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pemerintah memperluas subsidi dan bantuan sosial atau bansos, seperti subsidi listrik sebagai intervensi untuk pemulihan ekonomi.

    Untuk subsidi listrik, menurut dia, Pemerintah menambahkan anggaran subsidi yang semula totalnya Rp 6,9 triliun menjadi Rp 61,69 triliun.

    "Subsidi diberikan (yang semula) dari April sampai Juni (2020), diperpanjang jadi enam bulan sampai September," kata Sri Mulyani dalam pertemuan virtual pada Senin, 18 Mei 2020.

    Perpanjang subsidi berupa listrik gratis itu untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA bersubsidi.

    Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa terdapat 55 persen penduduk Indonesia yang mendapatkan perlindungan sosial dalam berbagai bentuk selama wabah Covid-19.

    Semula pemberian stimulus listrik kepada 2,4 juta rumah tangga pelanggan 450 VA dan 7,2 juta rumah tangga 900 VA bersubsidi disalurkan hingga Juni 2020.

    Sebelumnya, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengatakan untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada April, Mei dan Juni 2020.

    Untuk pelanggan prabayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke nomor Whatsapp nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id.

    Dengan ID tersebut, menurut Suprateka, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

    Untuk diskon tarif subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50 persen.

    Sementara itu, bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50 persen akan diberikan kepada pelanggan dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

    HENDARTYO HANGGI | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.