Imbas Corona, Pertumbuhan Kredit 2020 Diprediksi Hanya 2 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto di sela pelatihan wartawan ekonomi dan moneter di Yogyakarta Sabtu, 23 Maret 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Kepala Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto di sela pelatihan wartawan ekonomi dan moneter di Yogyakarta Sabtu, 23 Maret 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan di Tanah Air akan ikut tertekan akibat dampak Covid-19. Hal tersebut tampak dari grafik pertumbuhan kredit yang semakin melandai belakangan ini.

    Ia memperkirakan pertumbuhan kredit secara keseluruhan tahun akan berada di bawah 3 persen. "Saya meyakini di bulan-bulan ke depan akan semakin melengkung ke bawah. Jadi pertumbuhan kredit secara tahunan mungkin akan turun, mungkin di kisaran 1-2 persen full year," kata Ryan dalam diskusi daring, Senin, 18 Mei 2020.

    Kendati demikian, berdasarkan data hingga Maret lalu, pertumbuhan total aset, total kredit, dan total dana pihak ketiga di perbankan terpantau masih bergerak menanjak. Pada periode itu pun angka kredit macet alias non performing loan masih dijaga di bawah 3 persen.

    "Angka ini terjadi karena belum ada restrukturisasi pinjaman oleh perbankan mengacu ke POJK Nomor 11 Tahun 2020," ujar Ryan.

    Aturan OJK itu baru berlaku pada April 2020. Dengan demikian, ia melihat dampaknya akan baru terasa pada kuartal II 2020. Diperkirakan angkra kredit macet juga bakal naik akibat kebijakan tersebut.

    Adapun dampak kenaikan NPL, kata Ryan, adalah capital adequacy ratio atau rasio kecukupan modal yang mulai tergerus. Pada akhir tahun lalu, CAR tercatat di kisaran 23,4 persen. Namun, saat ini angka CAR terus tergerus ke 21,77 persen pada Maret 2020.

    Hal tersebut diduga terjadi karena sebagian modal sudah dipakai untuk kegiatan operasional bank, termasuk untuk ekspansi. "Jadi dengan likuiditas ketat mau tak mau pakai modal yang dimiliki. Dan secara industri CAR masih di atas 17 persen, masih sehat," tutur Ryan.

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menargetkan pertumbuhan kredit  perbankan tahun ini mencapai 11 persen. “Pertumbuhan kredit totalnya 11 plus minus 1 persen untuk semuanya,” kata anggota Dewan Komisioner OJK Ahmad Hidayat saat berbicara di pertemuan tahunan industri jasa keuangan Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020.

    Ahmad mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan 2019 sebesar 6,08 persen, sementara pada 2018 menembus 11,8 persen year on year. “Pencapaian 2019 memang tidak sebagaimana yang diharapkan. Ada sedikit angka di bawah target,” kata dia.

    Pertumbuhan kredit perbankan 2019 didominasi oleh Bank Buku IV tumbuh 7,8 persen, kendati turun dibandingkan tahun 2018 yakni 12,3 persen. Bank Buku III tumbuh 2,4 persen, bank Buku II 8,4 persen, bank Buku I 6,4 persen.

    CAESAR AKBAR | AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.