McKinsey: Konsumen RI Optimistis Hadapi Pemulihan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan konsultan dan manajemen global McKinsey and Company menyatakan konsumen Indonesia relatif optimistis menghadapi pemulihan ekonomi Covid-19.

    “Terdapat enam wawasan tentang perilaku konsumen Indonesia selama wabah Covid-19. Pertama adalah tentang sentimen konsumen umum yang menunjukkan bahwa konsumen Indonesia relatif optimistis meskipun harus waspada,” kata Partner and Co-Leader of Consumer Packages Goods and Retail Practices in Southeast Asia McKinsey and Company Ali Potia saat mengikuti webinar, Senin, 18 Mei 2020.

    Optimisme konsumen Indonesia menduduki peringkat ketiga, di bawah Cina dan India. Cina menjadi negara paling optimistis melakukan pemulihan ekonomi akibat Covid-19.

    Dengan tingkat negara optimistis, artinya perekonomian suatu negara yang terdampak Covid-19 akan pulih dalam waktu dua hingga tiga bulan dan tumbuh kuat bahkan lebih kuat dibandingkan sebelum pandemi terjadi.

    Pada tingkat di bawah optimistis adalah negara tidak yakin, di mana perekonomian suatu negara akan terpengaruh selama 6-12 bulan atau lebih dan akan mengalami stagnasi atau menunjukkan pertumbuhan yang lambat sesudahnya.

    Tingkatan terbawah yakni pesimistis, yaitu Covid-19 akan memiliki dampak jangka panjang pada perekonomian dan menunjukkan regresi atau jatuh ke dalam resesi panjang.

    Di bawah Indonesia, terdapat Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Jerman. Kemudian, Afrika Selatan, London, dan Prancis.

    Ali memaparkan, Covid-19 adalah tantangan kemanusiaan utama, di mana ribuan profesional kesehatan berjuang melawan virus yang membahayakan nyawa mereka sendiri.

    Ia menambahkan, sistem kesehatan demikian memerlukan waktu dan bantuan untuk kembali ke keadaan normal. “Menyelesaikan tantangan kemanusiaan, tentu saja menjadi prioritas utama,” ujar Ali.

    Menurut Ali, masih banyak yang harus dilakukan secara global untuk merespons dan memulihkan keadaan, mulai dari menghitung biaya kemanusiaan akibat virus, memberikan dukungan untuk para korban dan keluarga, hingga menemukan vaksin.

    “Dokumen ini dimaksudkan untuk membantu dengan tujuan memberikan wawasan terkait konsumen selama situasi Covid-19 saat ini,” ujar Ali.

    Ali menambahkan, selain tantangan kemanusiaan, terdapat implikasi ekonomi yang, bisnis, dan lapangan kerja yang lebih luas.

    “Dokumen ini mencakup wawasan konsumen dari survei yang dilakukan antara 25 April dan 26 April di Indonesia,” ujar Ali.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.