Dampak Covid-19, Sandiaga Uno Tekankan Soal Kemandirian Pangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ditemui awak media di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 22 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ditemui awak media di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 22 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha dan pendiri Saratoga Investama Sedaya Sandiaga Uno mengajak semua pemangku kepentingan untuk bangun dan mulai bergerak bersama dalam penanganan wabah Covid-19.

    Dia mengatakan Covid-19 merupakan pengirim pesan agar negara menangkap peluang dengan memulai reorientasi fokus kebijakan pangan yang menjadi prioritas.

    "Saat ini banyak negara yang mulai menekan laju ekspornya guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Salah satunya India," katanya dalam web seminar (Webinar) Nasional dengan tema “Akselerasi Agribisnis di Era New Normal Pasca Covid-19”, Senin, 18 Mei 2020.

    India menekan laju ekspor sehingga berdampak langsung pada negara yang bergantung pada hasil pangan India.

    "Hal ini tentu akan kita alami 18 bulan mendatang. Sehingga, perlu adanya kemandirian pangan dan menghadirkan kebijakan yang sesuai dengan data yang komprehensif," kata Sandiaga.

    Selain Sandiaga, hadir pula Anton J Supit (Wakil Ketua Umum Kadin), Luluk Nur Hamidah, MSi M Pa (anggota Komisi IV DPR RI Bidang Pertanian), dan Prof Dr Ir Ahmad R Siregar MS sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unhas.

    Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Dr Ir Lellah Rahim MSc., memberikan apresiasi kepada para nara sumber yang hadir. Di tengah wabah pandemik Covid-19, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memahami dan melihat situasi pangan Indonesia di tengah wabah.

    “Kegiatan seminar online menjadi bagian penting. Di mana Indonesia saat ini menjadi salah satu negara terdampak Covid-19 yang tidak hanya berpengaruh pada sektor kesehatan. Akan tetapi hampir seluruh sektor, perekonomian, pendidikan dan pangan," ujarnya.

    "Situasi sekarang menyadarkan kita untuk berpikir kreatif dan mampu melihat peluang,” kata Lellah.

    Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA menuturkan sektor agribisbis menjadi bagian yang sangat penting di tengah wabah Covid-19.

    Saat ini permintaan pangan meningkat. Ini menjadi peluang dan juga tantangan, strategi dan kerja sama dari berbagai unsur masyarakat sangat dibutuhkan.

    Ia menjelaskan, sektor agribisbis tidak boleh berhenti. Sebab, pangan menjadi bagian salah satu elemen penting untuk peningkatan imunitas tubuh.

    "Di tengah pandemi ini, kami berharap mahasiswa Unhas yang tersebar di berbagai wilayah bisa mengambil peran dalam upaya peningkatan pangan dan menjadi petani milenial dengan memanfaatkan teknologi. Melalui kegiatan ini, semoga kita bisa melihat peluang-peluang yang tersedia," urai Prof Dwia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.