Dahlan Iskan Usul Stabilisasi Harga Gula Dilakukan Secara Makro

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahlan Iskan. ANTARA/Rosa Panggabean

    Dahlan Iskan. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan menyarankan agar persoalan stabilisasi harga sembako seperti gula diatasi secara makro dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

    "Lebih baik ini diatasi secara makro oleh kebijakan ekonomi nasional," ujar Dahlan dalam seminar daring yang digelar LP3ES di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    Menurut dia, upaya untuk menstabilkan harga-harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut perlu melibatkan semua pemangku kepentingan.

    Dalam kesempatan yang sama Menteri BUMN periode 1998-1999 Tanri Abeng mengatakan stabilisasi harga pangan sembako bisa dilakukan dengan meningkatkan akuntabilitas dan mengintensifkan koordinasi antar-institusi yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut.

    Harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadan hingga saat ini mencapai harga Rp 19 ribu per kilogram.

    Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5) sudah mencapai Rp 17.400 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp 12.500 per kilogram.

    Sebelumnya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengingatkan masyarakat untuk berani melaporkan ke Satgas Pangan jika menemukan distributor dan pedagang yang menjual gula pasir dengan harga sangat tinggi.

    Menurut Mendag, untuk stabilisasi harga gula pasir yang saat ini masih jauh di atas harga acuan pemerintah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan operasi pasar di sejumlah daerah.

    Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya telah menugaskan Satgas Pangan untuk menindak tegas pihak yang sengaja mempermainkan harga gula pasir di tengah pandemi Covid-19.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).