OJK: Pengajuan Restrukturisasi Kredit di Jawa Barat Rp 16,6 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo OJK. wikipedia.org

    Logo OJK. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan II dan Manajemen Strategis Kantor Regional II Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lasdini Purwanti mengatakan kinerja keuangan perbankan Jabar triwulan I/2020 masih cukup baik, walaupun turun dibanding tahun lalu. 

    Pengajuan restrukturisasi kredit di Jawa Barat selama masa penanganan pandemic Covid-19 sudah mencapai Rp16,6 triliun.

    “Masih tumbuh kredit, dana pihak ketiga, asset masih ada pertumbuhan di triwulan I. Kita harap tidak terlalu turun karena ada stimulus yang diberikan pemerintah,” katanya di Bandung, Senin 18 Mei 2020.

    Salah satu stimulus yang saat ini didorong adalah kebijakan restrukturisasi seperti pengurangan bunga kredit. Menurutnya kreditur yang ingin mengajukan keringanan datang bisa lewat digital, persetujuan atau penolakan nantinya akan diputuskan oleh bank.

    “Itu hal yang sudah OJK lakukan dalam menjaga stabilitas ekonomi,” tuturnya.

    Dari catatan OJK, hasil restrukturisasi di Jawa Barat ada sekitar 673.320 orang debitur yang mengajukan program keringanan. Angka kreditur ini menurutnya secara nominal mencapai Rp16,6 triliun.

    “Debitur yang sudah selesai diproses, disetujui sekitar 267 ribu orang. Ini melibatkan perorangan tentunya lebih besar jumlahnya,” paparnya.

    Lasdini sendiri mengimbau agar kreditur yang memiliki daya bayar tidak perlu mengajukan program ini agar kondisi tetap stabil. Menurutnya pengajuan keringanan kreditur yang memiliki daya bayar jika tidak disetujui sudah merugikan waktu lembaga keuangan.

    “Sekarang banyak yang mengajukan OJK terus memantau perkembangan restrukturisasi kredit ini karena kita ingin menjaga stabilitas,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.