Ikagi: 400 Pramugari dan Pramugara Garuda Dirumahkan Tanpa Gaji

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 400 pramugari dan pramugara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang berstatus kontrak alias Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dikabarkan telah dirumahkan sementara sejak 15 Mei 2020. Informasi tersebut diterima Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) dari manajemen perusahaan.

    “Tidak diberikan gaji dan uang terbang,” kata Ketua Ikagi Zaenal Muttaqin saat dihubungi Tempo, di Jakarta, Ahad, 17 Mei 2020. Adapun fasilitas yang masih diberikan yaitu fasilitas kesehatan InHealth dan BPJS Kesehatan, serta konsesi terbang.

    Menurut Zaenal, kebijakan ini diambil karena kondisi keuangan perusahaan yang terkena dampak Covid-19. Namun, kebijakan ini hanya disampaikan perusahaan kepada Ikagi secara informal. “Bukan kesepakatan,” kata dia. 

    Selain itu, Zaenal mengatakan kebijakan ini bersifat sukarela untuk waktu 3 bulan lamanya. Artinya, pramugari bisa menolak kebijakan tersebut. 

    Tempo mencoba mengklarifikasi ke pihak Garuda Indonesia. Pihak Humas Garuda Indonesia mengatakan akan mengecek hal tersebut terlebih dahulu. “Sebentar ya,” kata External Communications Manager Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah.

    Adapun sebelumnya, Garuda Indonesia juga sudah memutuskan untuk memotong gaji 25 ribu pegawainya yang bersifat penundaan di tengah hantaman pandemi virus Corona alias Covid-19. Selanjutnya, BUMN ini juga menjadwalkan ulang pembayaran insentif tahunan dan tunjangan kepegawaian lainnya. 

    Langkah itu dilakukan untuk mempertahankan perusahaan di tengah pukulan wabah yang menyebabkan arus keuangan perseroan seret. "Tentu kami melakukan efisiensi produksi penundaan pembayaran gaji karyawan direksi, insentif tahunan tunjangan-tunjangan dan penunjang,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI secara virtual, Rabu, 29 April 2020.

    Pandemi Corona yang memukul industri penerbangan juga dirasakan oleh maskapai Lion Air. Lion Air Group sebelumnya menyatakan mulai meliburkan karyawannya tanpa diberi gaji untuk menekan beban menghadapi pandemi virus corona yang membuat operasional pesawat turun drastis. 

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala mengatakan pandemi virus corona atau Covid-19 ini menyebabkan banyak rute domestik dan internasional tidak beroperasi. Dengan demikian, produktivitas perusahaan utama melalui pelayanan penerbangan menurun signifikan.

    Walhasil pemasukan Lion Air menurun, walaupun dia tak ingin merinci mengenai seberapa besar penurunan pendapatan tersebut. "Akibat produksi menurun, sebagai salah satu upaya mengurangi beban perusahaan, maka kami menawarkan kepada karyawan termasuk pilot untuk cuti di luar tanggungan perusahaan secara sukarela," ujar Danang Senin, 20 April 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.