Kemenkeu: Penyerapan Dana Khusus untuk Covid Capai 99,9 persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP) Moeldoko menghadiri  Rapat Terbatas tentang Dana Otonomi Khusus Papua yang dipimpin Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Menhub jatuh sakit dengan gejala tifus serta memiliki riwayat asma. Instagram/@Sekretariat.kabinet

    Dari kiri Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP) Moeldoko menghadiri Rapat Terbatas tentang Dana Otonomi Khusus Papua yang dipimpin Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Menhub jatuh sakit dengan gejala tifus serta memiliki riwayat asma. Instagram/@Sekretariat.kabinet

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan atau Kemenkeu menyatakan pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk menangani Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan ini dia salah satu buktinya adanya uang isolasi dan alat-alat kesehatan yang sudah semakin banyak tersedia di rumah sakit rujukan daerah untuk merawat pasien Covid-19.

    "Tahukah temankeu, daerah bisa menyediakannya dengan menggunakan Dana Alokask Khusus Fisik Bidang Kesehatan yang disalurkan pemerintah pusat," kutip dari Instagram resmi Kementerian Keuangan, Sabtu, 16 Mei 2020.

    Sebanyak 280 daerah sudah menerima Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK-Fisik) bidang kesehatan untuk penanganan covid-19. Adapun hingga 14 Mei realisasi DAK Fisik bidang kesehatan mencapai Rp 768,95 miliar.  

    Realisasi tersebut sama dengan 99,97 persen dari total anggaran yang sebesar Rp 769,17miliar.

    Terdapat 10 Provinsi Penerima Jumlah Tertinggi, yaitu:
    1. Jawa Barat Rp 75,50 miliar (100 persen)
    2. Aceh Rp 58,70 miliar (100 persen)
    3. Bengkulu Rp 48,40 miliar (100 persen)
    4. Papua Rp 42,70 miliar (100 persen)
    5. Sumatera Utara Rp 36,30 miliar (100 persen)
    6. Kalimantan Barat Rp 36,20 miliar (100 persen)
    7. Maluku Utara Rp 35,80 miliar (100 persen)
    8. Sumatera Barat Rp 34,20 miliar (100 persen)
    9. Jawa Tengah Rp 31,20 miliar (100 persen)
    10. Jawa Timur Rp 30,30 miliar (100 persen)

    Sedangkan pengadaan barang atau alat untuk penangan Covid-19, sebagai berikut:
    Virus Transport Media (VTM) sebanyak 150.991 unit, Ventilator (transport/statis bagging/ dengan compressor) sebanyak 393 unit, Mobile X-Ray sebanyak 140 unit, Intubasi set 02 08 sebanyak 434 paket, Syringe Pump sebanyak 1.039 unit, Infusion Pump sebanyak 974 unit, Suction Pump sebanyak 610 unit, Decontamination Station Portable sebanyak 1.045 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.