Jadi Primadona Investor, Harga Emas di Dunia Meroket

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai menunjukkan contoh emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Selasa (2/3) terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 ke level Rp815.000 per gram dibandingkan dengan perubahan terakhir pada 1 Maret 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai menunjukkan contoh emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Selasa (2/3) terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 ke level Rp815.000 per gram dibandingkan dengan perubahan terakhir pada 1 Maret 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Harga emas dunia melonjak lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi) ini. Kenaikan ini membuat emas telah mengalami reli kenaikan harga selama empat hari berturut-turut. 

    Seperti dilaporkan Bloomberg, lonjakan harga emas ini terkadi karena data ekonomi Amerika Serikat yang suram. Hal inipun menambah kekhawatiran tentang kemerosotan ekonomi akibat pandemi virus corona di dunia.

    Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada Jumat 15 Mei 2020 terangkat US$ 15,4 atau 0,88 persen. Harga emas pun ditutup pada US$ 1.756,3 per ounce.

    Sebelumnya, emas berjangka sudah melonjak US$ 24,5 atau 1,43 persen menjadi US$ 1.740,9 per ounce pada Kamis 14 Mei 2020. Ini melanjutkan kenaikan US$ 9,60 atau 0,56 persen menjadi US$ 1.716,4 pada Rabu (13/5/2020). Adapun sebelumnya, harga emas ini telah menguat US$ 8,8 atau 0,52 persen menjadi US$ 1.706,8 pada Selasa.

    Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Jumat menunjukkan penjualan ritel AS merosot 16,4 persen pada April, di tengah penguncian atau lockdown virus corona yang telah menutup bisnis retail. "Orang-orang enggan mengambil risiko dan masa depan tampaknya tidak pasti ... Emas memberi Anda rasa perlindungan sekarang karena kita akan memasuki periode ini," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, seperti dikutip oleh Reuters. 

    Logam lain yang juga menunjukkan pergerakan positif adalah perak, yang melanjutkan reli menuju posisi tertinggi dalam lebih dari 2 bulan terakhir.  Emas dan perak kembali naik setelah pada awal pekan ini, Gubernur The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan menghantam ekonomi dengan keras.

    Data pengangguran yang sangat menembus rekor dan kembalinya ketegangan antara Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan Presiden Cina Xi Jinping menambah panjang gelapnya ekonomi Negeri Paman Sam. Belum meredanya pandemi dan kemunculan infeksi virus corona gelombang kedua telah menyulitkan upaya pemulihan ekonomi.

    ANTARA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.