Luhut Targetkan 10 Juta UMKM Buka Warung di E-commerce Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah, UMKM memasarkan produknya atau membuka warung di e-commerce. Dia menargetkan, sepanjang tahun ini, setidaknya 10 juta UMKM telah menjual produk dengan sistem digital.

    "Target sampai Desember nanti ada tambahan 2 juta warung yang dimasukkan ke platform e-commerce," kata Luhut dalam wawancara bersama RRI, Jumat, 15 Mei 2020.

    Sedangkan hingga kini, UMKM yang telah bergabung di platform digital terhitung baru mencapai 8 juta dari total 60 juta.

    Luhut mengungkapkan, untuk mendukung UMKM berkembang memasarkan produknya melalui sistem daring, pemerintah akan memberikan stimulus sebesar Rp 34,1 triliun.

    Stimulus ini sekaligus merupakan jaring pengamanan sosial bagi pengusaha kecil yang rentan terdampak virus corona. Bantuan tersebut disalurkan melalui berbagai skema, seperti relaksasi kredit usaha rakyat (KUR), yang bakal diterimakan selama enam bulan secara bertahap.

    Di sisi lain, Luhut mengungkapkan pemerintah juga telah mencanangkan gerakan nasional dengan tagar #BanggaBuatanIndonesia untuk mendukung bangkitnya kembali sektor UMKM. Gerakan ini diharapkan mampu mendorong jutaan pelaku UMKM terhubung dengan wadah digital sehingga nantinya akan terkoneksi satu sama lain.

    Dia optimistis bahwa UMKM akan menjadi salah satu sektor yang berkontribusi menggerakkan perekonomian selama wabah corona terjadi. "Saya melihat ada harapan besar yang tercipta terkait pulihnya kondisi ekonomi Indonesia di tengah pandemi ini," tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.