Luhut: Presiden Jokowi dan Donald Trump Sudah Seperti Brother

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia telah menyepakati kerja sama investasi dengan Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

    Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo alias Jokowi terus berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait realisasi investasi ini. Bahkan Luhut mengklaim Trump mengajak Jokowi telekonferensi setiap pekan atau setiap bulan.

    "Presiden Jokowi dengan Presiden Trump ini mereka sudah seperti brother saja," kata Luhut dalam wawancara bersama RRI, Jumat, 15 Mei 2020.

    Namun, Luhut mengatakan kedekatan Jokowi tidak hanya dengan Trump. Melainkan juga dengan kepala pemerintahan lain, seperti Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan dan Presiden Cina Xi Jinping.

    Terkait investasi antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Uni Emirate Arab, Luhut menyatakan ketiga negara akan mengadakan persamuhan secara virtual pada 17 Mei mendatang. Dalam rapat tersebut, masing-masing perwakilan pemerintah rencananya bakal mematangkan format kerja sama yang telah dirundingkan sebelumnya.

    Di samping itu, Luhut mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah mengawali kerja sama coal to methanol (CTM) melalui perusahaan milik mantan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, yakni PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Ithaca Resources dengan Air Products and Chemicals, Inc. Nilai investasi kerja sama tersebut mencapai US$ 2 miliar dan bisa meningkat menjadi US$ 7 miliar selama lima tahun.

    Luhut berharap rencana investasi Amerika Serikat dan UEA selanjutnya akan segera terealisasi melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) pasca-pandei corona berakhir. "Pandemi selesai, mereka akan taruh duit. Tinggal mereka akan investasi apa. Misalnya infrastruktur Tol Sumatera," tutur Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.