TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury mengatakan Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp 457 miliar pada 31 Maret 2020. Menurutnya, kuartal I-2020, data keuangan Bank BTN merekam perseroan menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp 6,17 triliun.
Dengan kinerja tersebut, laba operasional perseroan sebelum provisi tercatat sebesar Rp 870 miliar. "Kondisi bank BTN tetap sehat kuat, modal kuat. Kami optimis meski kondisi berat kita harus terus sosialisasi ke nasabah, dengan likuiditas kuat," kata Pahala saat memberikan keterangan secara virtual, Jumat, 15 Mei 2020.
Baca Juga:
Dia menuturkan pendapatan bunga tersebut disumbang pertumbuhan kredit kami yang masih solid kendati dampak Covid-19 cukup terasa. Pencadangan, permodalan, dan likuiditas kami yang cukup tebal juga menjadi bantalan kuat di tengah kondisi seperti saat ini.
Pahala mengatakan dampak dari penyebaran Covid-19 telah terlihat di berbagai sektor pada kuartal I/2020. Meski demikian, berbagai strategi yang telah dijalankan perseroan sejak tahun lalu, lanjutnya, menjadi bantalan cukup tebal untuk mempertahankan kinerja positif di Bank BTN.
Adapun untuk tetap menjaga rasio pencadangan yang kuat, kata dia, Bank BTN terus memupuk provisinya dengan mengalokasikan dari laba operasional. Per kuartal I/2020, coverage ratio perseroan melonjak ke level 105,66 persen dari 45,07 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kemudian, perseroan juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73 persen pada kuartal I/2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62 persen di kuartal I/2019. Peningkatan permodalan tersebut didukung penerbitan subdebt pada awal 2020 yang mencatatkan kelebihan permintaan hingga lebih dari 10 kali.
Pahala melanjutkan, bank tabungan spesialis kredit perumahan ini juga aktif mencari pendanaan di luar Dana Pihak Ketiga (DPK). Sehingga, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51 persen per 31 Maret 2020.
HENDARTYO HANGGI