Banyak Peretasan Menyerang E-commerce, Ini Instruksi Menkominfo

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.  TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerald Plate meminta e-commerce meningkatkan investasinya di bidang sistem keamanan. Upaya ini merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya peretasan atau pembobolan data pelanggan.

    "Ruang digital ini underattack, banyak serangannya. Ancamannya adalah peretasan besar-besaran, termasuk di e-commerce," kata Johnny dalam konferensi virtual, Jumat, 15 Mei 2020.

    Ia menerangkan, tambahan modal itu dapat dipakai untuk menambah peranti dan sumber daya manusia atau SDM yang mampu memagari ruang data pelanggan. Dengan peningkatan investasi di sisi keamanan tersebut, Johnny juga berharap kinerja marketplace akan lebih baik.

    Adapun saat ini, Johnny memandang sistem keamanan digital menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat. Apalagi, kata dia, di masa pandemi virus corona, masyarakat sangat mengandalkan aktivitas melalui platform daring.

    Baru-baru ini, kelompok peretas bernama ShinyHunters mengklaim telah membobol seluruhnya 73 juta data pengguna di sepuluh perusahaan dan menjualnya di pasar situs gelap senilai US$ 18 ribu. ZDNet menulis, ShyniHunters adalah kelompok yang juga berupaya meretas Tokopedia beberapa waktu lalu.

    Grup peretas itu telah membagikan sampel dari beberapa database yang dicuri, yang telah diverifikasi oleh ZDNet sebagai catatan pengguna yang sah. Sumber-sumber di komunitas ancaman siber seperti Cyble, Nightlion Security, Under the Breach, dan ZeroFOX percaya ShinyHunters bukan bukan abal-abal.

    Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak membenarkan adanya upaya pembobolan data oleh peretas. Namun ia meyakinkan bahwa seluruh data berada dalam posisi aman.

    "Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," ujarnya.



    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.