Pegadaian Perluas Akses Pendanaan Bagi Nelayan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah mendatangi Kantor Pegadaian Pusat yang menerapkan jaga jarak untuk menghindari penularan virus corona, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Harga emas yang mengalami kenaikan menjadi faktor pendorong nasabah untuk menggadaikan emasnya. Tempo/Tony Hartawan

    Nasabah mendatangi Kantor Pegadaian Pusat yang menerapkan jaga jarak untuk menghindari penularan virus corona, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Harga emas yang mengalami kenaikan menjadi faktor pendorong nasabah untuk menggadaikan emasnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) membuka akses pendanaan seluas-seluasnya bagi nelayan yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19, mengingat sektor perikanan saat ini tengah mengalami tekanan.

    Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihaknya terus mendukung pemerintah Indonesia dalam membuka akses pendanaan bagi nelayan yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    "Dalam hal ini kami terus membuka pintu untuk melakukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak dalam membantu permasalahan akses pendanaan masyarakat Indonesia, termasuk nelayan," kata Kuswiyoto dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2020.

    Kuswiyoto menjelaskan Pegadaian akan berperan sebagai perusahaan yang memiliki alternatif solusi sumber pendanaan usaha yang dilaksanakan masyarakat, baik UMKM maupun perseorangan dengan beragam profesi termasuk nelayan.

    Sementara itu, salah satu pengusaha Indonesia Rachmat Gobel menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia dan potensi ekonomi maritim yang diperkirakan senilai US$ 1,33 triliun.

    Menurut Rachmat Gobel, untuk memperkuat landasan ekonomi negara, pemerintah, universitas, swasta, komunitas dan rakyat (pentahelix) harus bersatu untuk memperbaiki grand design yang menimbulkan nilai tambah.

    Terutama pada sektor pertanian dan perikanan, demi tercapainya ketahanan pangan nasional yang solid. "Menghadapi masa seperti mau tidak mau kita harus siap. Kita harus mampu menjadikan kesulitan yang dihadapi ini menjadi peluang,” ujar Rachmat Gobel yang juga mantan menteri perdagangan ini.

    Rachmat Gobel menyarankan kepada pemerintah untuk dapat menyederhanakan birokrasi perizinan investasi, permudah akses pendanaan kepada nelayan yang mayoritas adalah pengusaha mikro serta kecil menegah, dan pemberdayaan koperasi yang maksimal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.