Selain Produk UKM, Sarinah Akan Tampilkan Brand Internasional

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nama Sarinah diambil dari nama salah satu pengasuh Presiden Soekarno di masa kecil. Kesan mendalam tentang kebesaran jiwa pengasuh sang Proklamator menginspirasi penyematan nama tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    Nama Sarinah diambil dari nama salah satu pengasuh Presiden Soekarno di masa kecil. Kesan mendalam tentang kebesaran jiwa pengasuh sang Proklamator menginspirasi penyematan nama tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa menjelaskan pusat perbelanjaan Sarinah di kawasan Thamrin, Jakarta, akan merepresentasikan produk-produk lokal Indonesia, khususnya yang dihasilkan dari usaha kecil dan menengah (UKM).

    Setelah melakukan transformasi bisnis, salah satunya renovasi gedung, Sarinah akan menjadi mal dan etalase pemasaran produk UKM tanah air dengan mengkombinasikan juga produk asing atau brand internasional.

    "Begitu masuk ke dalam site Sarinah, baik 'offline' maupun 'online' wajah Indonesia yang akan dominan. Bukan berarti tidak ada brand internasional, tetapi Indonesia yang akan menjadi latar dan isi Sarinah ke depan," kata Ngurah Yasa dalam web seminar di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.

    Ngurah Yasa menambahkan bahwa visi Sarinah ke depan adalah menjadi ekosistem bisnis bagi UKM unggulan Indonesia, industri kreatif dan brand-brand lokal ternama dalam negeri.

    Senada dengan itu, Direktur Retail PT Sarinah, Fetty Kwartati menjelaskan dalam transformasi dan konsep bisnis Sarinah yang baru, pusat perbelanjaan tersebut juga akan memiliki "Duty Free Shop" dengan mengkombinasikan produk premium Indonesia dan produk internasional.

    "Duty Free Shop" ini akan memasarkan produk Indonesia, seperti kerajinan tangan dan produk lokal premium lainnya, serta produk internasional seperti parfum, kosmetik, fesyen, aksesoris, wine dan rokok.

    Fetty mengatakan brand-brand internasional yang dapat bergabung dan berbisnis di Sarinah adalah yang terbukti memiliki konten dalam negeri, serta mempekerjakan banyak SDM Indonesia.

    "Brand-brand asing yang sudah 'proven' dan sangat besar di Indonesia, di mana konten lokalnya tinggi, pasti akan kita diskusikan untuk mengisi 'spot' kepada mereka, seperti McDonald's juga, tetapi tentu akan disesuaikan dengan konsep yang baru," kata Fetty.

    Duty Free Shop ini diharapkan menjadi etalase bagi turis mancanegara untuk bisa melihat berbagai produk unggulan Indonesia.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.