Okupansi Minim, Jadwal Operasi Kereta Luar Biasa Dikurangi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berada di dalam gerbong kereta api luar biasa (KLB) relasi Gambir - Surabaya Pasarturi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. KLB beroperasi mulai 12 hingga 31 Mei 2020 tersebut melayani rute Gambir-Surabaya Pasarturi (Lintas Utara), Gambir-Surabaya Pasarturi (Lintas Selatan), serta Bandung-Surabaya Pasarturi. TEMPO/Tony Hartawan

    Penumpang berada di dalam gerbong kereta api luar biasa (KLB) relasi Gambir - Surabaya Pasarturi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. KLB beroperasi mulai 12 hingga 31 Mei 2020 tersebut melayani rute Gambir-Surabaya Pasarturi (Lintas Utara), Gambir-Surabaya Pasarturi (Lintas Selatan), serta Bandung-Surabaya Pasarturi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Vice President Public Relations, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Joni Martinus mengatakan, pengoperasian Kereta Luar Biasa mulai besok, Jumat, 15 Mei 2020, hanya akan dua hari sekali. “Penyesuaian jadwal ini menyesuaikan dengan perkembangan dan evaluasi di lapangan setelah dua hari pengoperasian,” kata dia, dikutip dari rilis, Kamis, 14 Mei 2020.

    Dalam dua hari pengoperasian perdananya, kereta luar biasa mengangkut 148 penumpang. Pada hari pertama pengoperasian mengangkut 62 orang, dan hari kedua 86 orang. Okupansi dari seluruh kereta luar biasa tersebut kurang dari 10 persen kapasitas total kereta.

    Sementara hingga Rabu, 13 Mei 2020, Posko Satgas sudah menolak pembelian tiket kereta luar biasa oleh 80 calon penumpang karena tidak memenuhi persyaratan penumpang kereta. 

    PT KAI memutuskan untuk mengurangi frekuensi perjalanan kereta luar biasa mulai 15 Mei 2020. Kereta luar biasa dari arah Surabaya hanya akan beroperasi setiap tanggal genap, sementara kereta luar biasa dari arah Jakarta dan Bandung akan beroperasi di setiap tanggal ganjil.  

    Tak hanya itu, PT KAI juga mengurangi gerbong penumpang dalam setiap rangkaian kereta luar biasa tersebut. Mulai 14 Mei 2020 misalnya, seluruh kereta luar biasa hanya akan membawa masing-masing satu gerbong eksekutif dan gerbong ekonomi dalam satu rangkaiannya. Kapasitas totalnya hanya 66 tempat duduk, yakni 50 persen dari kapasitas tempat duduk yang ada di setiap rangkaian kereta.

    Penumpang yang telah membeli tiket perjalanan kereta luar biasa dan mengalami pembatalan perjalanan akibat perubahan frekuensi perjalanan kereta akan dihubungi PT KAI. Penumpang tersebut akan diberi pilihan untuk mengubah jadwal keberangkatannya pada tanggal selanjutnya, dan diminta membuat surat izin dari Posko Satgas yang baru.

    Opsi lainnya, penumpang bisa membatalkan tiket dan mendapat pengembalian tarif penuh. “Meski ada pengurangan, KAI tetap berkomitmen untuk tetap melayani dan mengantarkan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan ke tempat tujuan dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat,” kata Joni.

    Berikut rincian jadwal perjalanan kereta luar biasa yang dirilis PT KAI: 

    Tanggal Genap
    KLB KP/10477 Surabaya Pasarturi - Gambir (lintas utara)
    KLB KP/10507 Surabaya Pasarturi - Gambir (lintas selatan)
    KLB KP/10497 Surabaya Pasarturi - Bandung

    Tanggal Ganjil
    KLB KP/10476 Gambir - Surabaya Pasarturi (lintas utara)
    KLB KP/10502 Gambir - Surabaya Pasarturi (lintas selatan)
    KLB KP/10494 Bandung - Surabaya Pasarturi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.