Hari Ini IHSG Ditutup Melemah 0,89 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, 14 Mei 2020, masih tertekan aksi jual oleh investor asing.

    IHSG ditutup melemah 40,53 poin atau 0,89 persen ke posisi 4.513,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,94 poin atau 1,92 persen menjadi 661,52.

    "Tekanan jual asing terbesar masih dilakukan pada saham perbankan, sehingga IHSG menurun kembali," kata analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Kamis.

    Dibuka melemah, IHSG banyak menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, enam sektor terkoreksi di mana sektor aneka industri turun paling dalam yaitu minus 2,95 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor infrastruktur masing-masing minus 2,77 persen dan minus 1,92 persen.

    Sedangkan tiga sektor meningkat di mana sektor konsumer naik paling tinggi yaitu 1,61 persen, diikuti sektor properti dan sektor perdagangan masing-masing 1,3 persen dan 1,09 persen.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp 956,16 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 575.733 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,87 miliar lembar saham senilai Rp6,69 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 268 saham menurun, dan 155 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 352,27 poin atau 1,74 persen ke 19.914,78, indeks Hang Seng melemah 350,56 poin atau 1,45 persen menjadi 23.829,74, dan indeks Straits Times melemah 45,8 poin atau 1,78 persen ke 2.526,21.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.