IHSG Dibuka di Zona Merah, Anjlok 0,63 persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona merah pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia(BEI) Kamis, 14 Mei 2020. Melansir data RTI, pukul 09.03 WIB, IHSG berada pada level 4.525,6 atau turun 28,7 poin (0,63 persen) dibanding penutupan kemarin di 4.554,3.

    Sebanyak 56 saham melaju di zona hijau dan 124 saham di zona merah. Sedangkan 103 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat mencapai Rp 172,5 miliar dengan volume 186,0 juta saham.

    Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan sentimen dari market global maupun regional masih membayangi pergerakan IHSG hingga saat ini. Selain itu masih tercatatnya capital outflow secara ytd juga turut menjadi penunjang pelemahan IHSG.

    Namun di sisi lain menguatnya nilai tukar rupiah dapat menjadi penopang bagi IHSG hingga beberapa waktu mendatang. "Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak melemah," kata William dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2020. Dia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 4.502 hingga 4.776 hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.