Airbus Akan PHK Ribuan Karyawan Akibat Corona

Reporter

Pesawat Airbus A220-300 saat diproduksi di fasilitas Airbus di Mirabel, Quebec, Kanada, 20 Februari 2020. Airbus A220 dapat melakukan take-off dan landing pada jarak yang relatif pendek serta mesin dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah. REUTERS/Christinne Muschi

TEMPO.CO, Jakarta -Airbus SE dikabarkan sedang menyiapkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya. Rencana itu disampaikan perusahaan kepada serikat pekerja setelah jatuhnya permintaan terhadap produk pesawat baru di tengah pandemi Corona.

Sumber Bloomberg mengatakan negosiasi awal antara Airbus dengan serikat pekerja terkait dengan rencana PHK telah dilakukan di Jerman, Prancis dan Spanyol. Proses negosiasi secara formal dikabarkan bakal dimulai pada pekan depan.

Namun demikian, Airbus belum memutuskan jumlah pekerja yang akan dikenakan PHK berikut dengan posisi pekerjaan yang terdampak.

Beberapa sumber Bloomberg pun menyebutkan, tenaga kerja yang diputus hubungan kerjanya mencakup para pekerja di kantor pusat Airbus di Toulouse, Prancis.

Bahkan beberapa di antara sumber tersebut menyebutkan, langkah pertama yang dilakukan perusahaan adalah memangkas pekerja kontrak dan subkontrak, termasuk 1.100 pekerja di Jerman. Hal serupa akan dilakukan di kantor pusatnya di Perancis.

Pandemi corona menyebabkan aktivitas masyarakat menjadi dibatasi. Dampaknya jadwal penerbangan pun berkurang drastis. Maskapai di hampir seluruh dunia pun akhirnya harus memarkir pesawatnya dan menunda pesanan pesawat baru ke pabrikan, termasuk Airbus.

Sebelumnya Chief Executive Officer Airbus Guillaume Faury pada bulan lalu memperingatkan bahwa langkah awal yang akan diambil perusahaan sebagai bagian efisiensi adalah memberikan cuti kepada 6.000 pekerja

Namun, Faury menjanjikan bakal meninjau ulang kebijakan itu pada Juni 2020 ketika pandemi corona diperkirakan mulai menurun.

Ketika dimintai konfirmasi mengenai rencana PHK terhadap karyawannya,  Airbus menolak berkomentar termasuk isu mengenai adanya pertemuan internal antara perusahaan dan serikat pekerja.

“Perusahaan akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan masa depan Airbus bekerja sama dengan mitra sosialnya," kata Airbus dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 14 Mei 2020.

Sebelumnya, perusahaan pesaing Airbus asal AS yakni Boeing Co. pada bulan lalu mengaku akan menghilangkan sekitar 16.000 pekerjaan untuk menghemat pengeluaran dan beradaptasi dengan kondisi pasar pesawat komersial yang menyusut. Sementara itu, Rolls-Royce Holdings Plc, yang memasok mesin untuk pesawat Airbus, dikatakan berencana mengurangi 8.000 pekerjaan.

 






Terpopuler Bisnis: Respons BRI Atas Tabungan Nasabah Raib, BLT BBM Akan Cair Desember

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Respons BRI Atas Tabungan Nasabah Raib, BLT BBM Akan Cair Desember

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 26 November 2022 antara lain respons BRI atas nasabah yang menyebut kehilangan dana tabungan.


Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

3 hari lalu

Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu sore, 26 November 2022 antara lain tentang penjelasan BRI soal uang nasabah raib Rp 10 juta.


Minta Penerapan Kenaikan Upah Ditunda, Pengusaha Beralasan Demi Cegah PHK Massal

4 hari lalu

Minta Penerapan Kenaikan Upah Ditunda, Pengusaha Beralasan Demi Cegah PHK Massal

Pengusaha meminta agar Presiden Joko Widodo dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menunda Permenaker Nomor 18/2022 yang mengatur kenaikan upah.


Ragam Penyebab Startup Gagal

4 hari lalu

Ragam Penyebab Startup Gagal

Ada beberapa kesalahan pengusaha saat memulai usaha yang membuat bisnis startup-nya kandas di tengah jalan, contohnya seperti berikut ini.


Kemnaker Minta Ada Dialog Bipartit: PHK Jalan Paling Akhir

4 hari lalu

Kemnaker Minta Ada Dialog Bipartit: PHK Jalan Paling Akhir

Andaikan PHK tak terhindarkan, kata Indah, perusahaan harus melaksanakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Kasus Harian Covid-19 di Cina Melonjak, Lockdown di Mana-mana

4 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Cina Melonjak, Lockdown di Mana-mana

Kota-kota di Cina semakin banyak yang memberlakukan lockdown lokal menyusul naiknya kasus harian positif Covid-19 yang sampai lebih dari 30 ribu kasus


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

4 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

4 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.


Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

5 hari lalu

Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

Sri Mulyani akan mempertimbangkan pemberian bantuan untuk mengatasi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)


Terkini Bisnis: Daftar 22 Perusahaan Lakukan PHK Tahun Ini, Pengusaha Ajukan Uji Materiil Permenaker Soal UMP

5 hari lalu

Terkini Bisnis: Daftar 22 Perusahaan Lakukan PHK Tahun Ini, Pengusaha Ajukan Uji Materiil Permenaker Soal UMP

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Kamis petang, 24 November 2022, dimulai dari daftar perusahaan yang melakukan PHK karyawan selama tahun ini.