Masa Pandemi, Sri Mulyani : Di Balik Kesulitan, Banyak Kemudahan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP) Moeldoko menghadiri  Rapat Terbatas tentang Dana Otonomi Khusus Papua yang dipimpin Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Menhub jatuh sakit dengan gejala tifus serta memiliki riwayat asma. Instagram/@Sekretariat.kabinet

    Dari kiri Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP) Moeldoko menghadiri Rapat Terbatas tentang Dana Otonomi Khusus Papua yang dipimpin Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Menhub jatuh sakit dengan gejala tifus serta memiliki riwayat asma. Instagram/@Sekretariat.kabinet

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2021 kepada anggota DPR RI dalam rapat paripurna DPR RI. Dia mengatakan KEM-PPKF pada tahun depan disusun pada masa pandemi Covid-19 yang mencerminkan berbagai ketidakpastian tinggi.

    Meski demikian dia optimistis adanya peluang di setiap tantangan yang dihadapi pemerintah. "Sungguh bersama kesulitan banyak kemudahan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlidungan untuk dalam melawati masa-masa sulit seperti sekarang ini," ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR RI pada Selasa 12 Mei 2020

    Tahun ini, kata Sri Mulyani, situasi pandemi dan ketidakpastian yang tinggi mengharuskan pemerintah untuk mempersiapkan beberapa skenario perkembangan ekonomi ke depan. Pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada kuartal I 2020 hanya sebesar 2,97 persen atau menunjukkan telah terjadi koreksi yang cukup tajam.

    "Hal ini mengindikasikan tekanan lebih berat akan dialami sepanjang tahun 2020, yang artinya pertumbuhan ekonomi terancam bergerak dari skenario berat sebesar 2,3 persen menuju skenario sangat berat yaitu kontraksi -0,4 persen," tutur dia.

    Sri menyebutkan untuk kebijakan fiskal tahun 2021 akan mengangkat tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi. Tema tersebut kata Sri Mulyani, selaras dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 yaitu “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”, dengan fokus pembangunan pada pemulihan industri, pariwisata, dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional dan jaring pengaman sosial serta reformasi sistem ketahanan bencana.

    TAUFIQ SIDDIQ | CEASAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.