Kebut Pemulihan Ekonomi, Bappenas: RI Bisa Belajar dari Cina

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat menyambangi Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020. Kedatangannya sekaligus meninjau pelaksanaan sistem Integrated Digital Work (IDW) yang akan diterapkan pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi saat menyambangi Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020. Kedatangannya sekaligus meninjau pelaksanaan sistem Integrated Digital Work (IDW) yang akan diterapkan pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa dalam mengatasi krisis akibat pandemi Covid-19, pemerintah memerlukan unprecedented policies atau kebijakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan kenaikan alokasi belanja non-operasional kementerian dan lembaga sebesar Rp 56,6 triliun pada Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2021.

    Tambahan dana tersebut diutamakan pada kementerian dan lembaga yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi virus Corona (Covid-19). Untuk memaksimalkan pemulihan pada tahun depan, Suharso mengungkapkan kunci utamanya adalah kemampuan menekan rantai pemutusan virus disertai dengan intervensi kebijakan ekonomi secara maksimal.

    "Ekonomi akan lebih cepat pulih dan kembali normal. Terkait dengan hal tersebut, dapat diambil pembelajaran dari Cina. Negara yang menjadi awal penyebaran virus Corona ini telah berhasil menekan laju penyebaran virus dengan baik," kata dia seperti dikutip Bisnis, Selasa 13 Mei 2020.

    Dengan pembelajaran ini, Suharso berharap agar Indonesia mampu melakukan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan dengan negara lain di dunia. Pemulihan yang cepat tersebut dituangkan dalam tema pada RKP 2021 'Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial'.

    “Apa yang kita alami dalam pandemi ini seperti menjadi wake up call untuk kita. Ada yang sesuatu yang perlu dipersiapkan oleh bangsa ini ke depan."
     
    BISNIS
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?