Harga Bawang Putih Melambung, Pemerintah Akan Impor 78 Ribu Ton

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata tumpukan karung bawang putih dari China di Pasar Kramatjati, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Penutupan dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona dari Cina. Tempo/Tony Hartawan

    Pedagang menata tumpukan karung bawang putih dari China di Pasar Kramatjati, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Penutupan dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona dari Cina. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan mengimpor 78 ribu ton bawang putih pada Mei 2020 ini, guna menekan harga bawang putih yang melambung. "Mei ini, rencana impornya 78 ribu ton. Diharapkan dengan adanya stok, harga bisa terkendali," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu, 13 Mei 2020.

    Sementara untuk bawang merah, kata Airlangga, belum ada rencana impor karena masih ada produksi dari daerah. Menurut Airlangga, harga bawang merah yang cukup tinggi saat ini terjadi bukan karena kekurangan stok, melainkan akibat distribusi yang tidak merata. "Pak Mentan, tolong diurus masalah distribusi ini," ujar dia.

    Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk Mei ini masih ada stok 78.700 ton bawang merah dan akan memasuki masa panen pada Juni mendatang.

    "Jadi memang distribusinya yang harus kami bagi dengan tepat gitu. Tadi ada penegasan dari Presiden untuk kami gunakan fasilitas TNI melakukan ini menerebos titik-titik distribusi ini agar merata," ujar Syahrul.

    Per 12 Mei 2020, harga bawang merah rata-rata nasional ukuran sedang dibanderol Rp 51.950/Kg atau naik Rp 300 dibanding posisi penutupan kemarin. Kini harga bawang merah sudah di atas Rp 50.000/Kg.

    Terhitung sejak awal bulan ini tepatnya pada Mei 2020 harga bawang merah telah naik sebesar 6,35 persen. Harga bawang merah tertinggi tercatat di Papua. Di Kota Sorong misalnya, untuk 1 Kg bawang merah harganya Rp 92.500. Sementara itu di Kabupaten Merauke untuk 1 Kg bawang merah dihargai Rp 87.500.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).