Harga Gula Pasir Masih Tinggi, PTPN XI Gelar Pasar Murah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang gula pasir di pasar Jatinegara, Jakarta (25/7). ANTARA/M Agung Rajasa

    Seorang pedagang gula pasir di pasar Jatinegara, Jakarta (25/7). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perkebunan Nusantara XI menggelar pasar murah gula kristal putih di seluruh pabrik wilayah kerja perusahaan itu yang tersebar di Jawa Timur, untuk menstabilisasi harga gula menjelang lebaran. Humas PTPN XI Brilliant Johan A di Surabaya mengatakan pasar murah digelar selama sepekan ini dan serentak, di Kantor Pusat Surabaya dan seluruh pabrik gula wilayah kerja PTPN XI yang berada di Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Jember serta Kabupaten Lumajang.

    "Seperti diketahui bersama, selain sulit didapat, harga gula di pasaran berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah," katanya, Rabu, 13 Mei 2020.

    Ia mengatakan saat ini kebutuhan gula kristal putih untuk konsumsi langsung secara nasional sekitar 3 juta ton, sedangkan produksi gula kristal putih nasional sekitar 2,1 juta ton.

    Akibatnya, kata dia, ada selisih kurang (defisit) supply dan demand yang menyebabkan gula jarang didapat di pasaran dan harga naik melebihi HET.

    "Oleh karena itu, dalam pasar murah gula ini kami salurkan sebanyak total 75 ton gula dan dijual dengan harga Rp 12.500/kilogramnya," katanya.

    Teknis pelaksanaan penjualan gula pasir, kata Brilliant, wajib memenuhi protokol pencegahan COVID-19 di antaranya menjaga jarak hingga menggunakan masker.

    "Selain penjualan langsung kepada masyarakat, PTPN XI berkoordinasi dengan aparat setempat dalam pelaksanaannya. Sehingga diharapkan lebih tepat sasaran dan menghindari kerumunan masa," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.