Tinggalkan Rapid Test, Bandara Beralih ke Tes Swab Covid-19

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia menjalani Rapid Test saat tiba di kedatangan Internasional Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 7 April 2020. Sebanyak 156 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang pulang ke Jawa Timur menjalani rapid test untuk pencegahan penyebaran corona virus atau COVID-19. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia menjalani Rapid Test saat tiba di kedatangan Internasional Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 7 April 2020. Sebanyak 156 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang pulang ke Jawa Timur menjalani rapid test untuk pencegahan penyebaran corona virus atau COVID-19. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) akan mengkaji penggunaan tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab untuk mendeteksi penumpang yang tertular virus Corona di 15 bandara milik perusahaan. Upaya ini dilakukan agar hasil pendeteksian terhadap virus lebih akurat.

    "Kami enggak akan menggunakan rapid test, tapi PCR," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam wawancara bersama Tempo, Selasa, 12 Mei 2020.

    Menurut Faik, perusahaannya saat ini sedang berkomunikasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan kementerian terkait ihwal rencana penggunaan tes PCR tersebut. Dengan begitu, warga negara Indonesia (WNI) yang tiba ke Tanah Air melalui penerbangan repatriasi atau warga negara asing akan bisa langsung dicek di terminal kedatangan di bandara.

    Adapun penanganan terhadap penumpang yang baru tiba dari luar negeri ini menyesuaikan protokol Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kementerian Kesehatan seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020. Seumpama penumpang pesawat terdeteksi terpapar virus Corona, mereka akan langsung dilarikan ke rumah sakti-rumah sakit rujukan.

    Hingga pekan lalu, Angkasa Pura I mencatat sebanyak 4.960 WNI yang menjadi buruh migran di luar negeri telah dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pemulangan itu dilakukan selama periode 23 Maret hingga 27 April. 

    "Hingga akhir April, penerbangan pemulangan kembali WNI yang kami layani telah mencapai jumlah 27 penerbangan," ujar Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, 6 Mei 2020. 

    Selain pemulangan WNI, sebanyak 3.408 warga negara asing atau WNA juga dipulangkan ke negaranya masing-masing melalui Bandara Ngurah Rai. Terhitung sejak 8 Februari hingga 27 April, ada sebanyak 22 penerbangan repatriasi yang mengangkut WNA dengan 14 maskapai. 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.