Mulai Produksi Ventilator, Len Industri Pertahankan Lini Bisnis

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Len Industri mulai memproduksi emergency ventilator untuk penanganan pasien Covid-19 yang menggunakan komponen lokal dan desain dari BPPT dan  ITB, langkah tersebut diambil  untuk menjaga bisnis tetap berjalan di masa pandemi COVID-19. Kredit: ANTARA/HO-Humas PT Len

    PT Len Industri mulai memproduksi emergency ventilator untuk penanganan pasien Covid-19 yang menggunakan komponen lokal dan desain dari BPPT dan ITB, langkah tersebut diambil untuk menjaga bisnis tetap berjalan di masa pandemi COVID-19. Kredit: ANTARA/HO-Humas PT Len

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Len Industri (Persero) kini mulai memproduksi Emergency Ventilator hasil desain BPPT dan ITB. Secara bersamaan Len Industri juga mulai mengembangkan Controlled Ventury Base CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), alat untuk membantu percepatan penyembuhan pasien Covid1-19 dengan menjaga konsistensi level oksigen dalam hemoglobin.

    Manajer Rekayasa Produk Unit Bisnis Industri, PT Len Industri, Sentot Rakhmad Abdi mengatakan, ventilator BPPT itu telah mengantungi sertifikasi BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan). “Len sedang memproduksi 10 unit ventilator untuk keperluan uji klinis di rumah sakit sebelum peralatan tersebut diedarkan secara legal ke rumah sakit seluruh Indonesia. Setelah lolos uji klinis maka produksi massal peralatan ini akan segera dilakukan,” kata dia, Selasa, 12 Mei 2020.

    Sentot menjelaskan, kapasitas produksi yang dipersiapkan Len Industri mencapai 50 unit ventilator, bergantung ketersediaan komponen. “Target produk yang diperlukan BPPT 600 unit, produksi secara massal akan  dikerjakan oleh dua industri, PT Len Industri akan melakukan produksi sebanyak 300 unit,” kata dia.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin memastikan bahwa perseroan masih menggarap proyek strategis di tengah situasi pembatasan kerja mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi corona. “Kondisi pekerjaan di lapangan sekarang dibatasi dan mengikuti Protokol Pencegahan Virus Covid-19. Sedangkan di kantor sudah menerapkan WFH (Work From Home) sejak tanggal 18 Maret 2020 hingga hari ini,” kata dia dalam rilis, Selasa, 12 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.