Penawaran Masuk Lelang Surat Utang Negara Tembus Rp 73 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat penawaran yang masuk dalam lelang surat utang negara pada hari ini melewati prediksi sejumlah pihak. Dalam siaran pers, pemerintah melaporkan hasil lelang tujuh seri surat utang negara (SUN) dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp 73,74 triliun.

    Secara detail, penawaran terbanyak masuk untuk seri FR0082 senilai Rp 30,41 triliun. Seri itu akan jatuh tempo pada 15 September 2030 dengan yield atau imbal hasil tertinggi yang masuk 9,00 persen.

    Dari situ, jumlah nominal yang dimenangkan untuk FR0082 senilai Rp 7,3 triliun. Imbal hasil rata-rata terimbang yang dimenangkan senilai 8,07 persen.

    Penawaran terbesar kedua masuk untuk seri FR0081 senilai Rp 29,8 triliun. Seri itu akan jatuh tempo 29 April 2021 dengan yield tertinggi yang masuk 8,50 persen.

    Dari situ, jumlah nominal yang dimenangkan untuk FR0081 senilai Rp 9,3 triliun. Imbal hasil rata-rata terimbang yang dimenangkan senilai 7,48 persen. Adapun, dari total penawaran yang masuk, total nominal yang dimenangkan oleh pemerintah senilai Rp20 triliun.

    Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang hari ini naik signifikan dibandingkan dengan lelang sebelumnya. Pasalnya, penawaran yang masuk hanya Rp 44,39 triliun dalam lelang SUN, Selasa pekan lalu, 28 April 2020.

    Selain naik signifikan, penawaran yang masuk dalam lelang SUN juga melampaui prediksi sejumlah pihak. Penawaran yang masuk diprediksi berada di kisaran Rp 40 triliun hingga Rp 60 triliun.

    Head of Research & Market Information Department Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie sebelumnya memperkirakan penawaran yang akan masuk dalam lelang SUN berkisar antara Rp 30 triliun hingga Rp 40 triliun.

    Namun, tingkat yield yang akan diminta oleh investor menurutnya masih cenderung tinggi. “(Permintaan yield tinggi) Seiring dengan kondisi pasar sekunder yang masih volatil,” kata Roby, Senin, 11 Mei 2020.

    Sementara Analis MNC Sekuritas Made Adi Saputra memprediksi jumlah penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp 30 - 40 triliun dengan jumlah penawaran yang cukup besar akan didapati pada instrumen Obligasi Negara seri FR0081 dan FR0082.

    Tahun ini target penerbitan bersih Surat Berharga Negara atau SBN senilai Rp389,32 triliun. Pada kuartal I 2020 pemerintah telah meraup dana senilai Rp 180,87 triliun dari target penerbitan SBN senilai Rp 165,5 triliun melalui 7 kali lelang Surat Utang Negara dan 6 kali lelang Surat Berharga Syariah Negara.

    Pada kuartal II 2020, target penerbitan SBN melalui lelang senilai Rp 144 triliun dari 6 kali lelang Surat Utang Negara dan 6 kali lelang Surat Berharga Syariah Negara. Adapun pada lelang sebelumnya, pemerintah meraup dana senilai Rp 16,62 triliun dari total penawaran yang masuk senilai Rp 44,39 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.