Direksi dan Komisaris PT Angkasa Pura I Tidak Dapat THR

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan progres pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan progres pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi memastikan telah membayarkan tanggungan tunjangan hari raya (THR) seluruh untuk karyawan menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah. Faik mengatakan perseroan tidak melakukan penundaan pencairan tunjangan kendati perusahaan tengah menghadapi kondisi yang berat di masa pandemi Corona.

    "Semaksimal mungkin kami jaga karyawan. Jadi untuk THR kami prioritaskan," tutur Faik dalam wawancara virtual dengan Tempo, Selasa, 15 Mei 2020.

    Kendati begitu, Faik mengimbuhkan tunjangan tersebut tidak diberikan kepada level jajaran direksi dan komisaris. "Direksi dan komisaris tidak dapat. Termasuk direksi di anak usaha," ujarnya.

    Faik menerangkan, perseroan saat ini memang tengah melakukan pelbagai upaya penghematan untuk menjaga likuiditas perusahaan. Musababnya, sejak operasional maskapai penerbangan banyak ditutup karena wabah Corona, pendapatan Angkasa Pura I yang mengelola 15 bandara ikut anjlok.

    Kondisi ini dirasakan sejak pertama kali Cina menutup penerbangannya pada Januari lalu, disusul Arab Saudi, Italia, dan beberapa negara lainnya yang melakukan lockdown. Situasi tersebut diperparah saat virus Corona mulai masuk ke Indonesia pada Maret lalu.

    Sepanjang Maret 2020, Faik mengatakan trafik penumpang di seluruh bandara yang dikelola perseroannya turun tajam mencapai 27 persen year on year. Kemudian, setelah beberapa wilayah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pergerakan penumpang serta pesawat di bandara makin tersungkur.

    "Pertama kali dalam sejarah penumpang kami anjlok 95 persen. Ini terjadi pada Mei 2020 secara year on year," tutur Faik.

    Faik memperkirakan, hingga akhir tahun nanti, pendapatan perseroan akan melorot 55 persen ketimbang tahun lalu. Adapun pendapatan perusahaan sejauh ini hanya ditopang oleh kinerja kargo dan pendapatan non-aeronautika lainnya yang bersumber dari anak-anak usaha.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.