Mudik Dilarang, Lalu Lintas Pra-Lebaran Bakal Turun 62,5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengarahkan pengendara ke luar Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ditutup saat pemberlakuan penyekatan jalan untuk larangan pemudik diberlakukan mulai Jumat, 24 April 2020, pukul 00.00 WIB. ANTARA/HO-Jasa Marga

    Polisi mengarahkan pengendara ke luar Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ditutup saat pemberlakuan penyekatan jalan untuk larangan pemudik diberlakukan mulai Jumat, 24 April 2020, pukul 00.00 WIB. ANTARA/HO-Jasa Marga

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memprediksi akan terjadi penurunan volume lalu lintas yang sangat signifikan selama Lebaran tahun. Anjloknya arus lalu lintas ini tak lain akibat adanya larangan mudik dari pemerintah, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

    Adapun volume lalu lintas pasca-Idul Fitri diprediksi akan turun 58,7 persen. Jasa Marga juga berasumsi jika lalu lintas tertinggi pasca-Lebaran akan terjadi pada 25 Mei 2020.

    "Volume lalu lintas selama Masa Pengendalian Transportasi Pra dan Pasca-Idul Fitri akan turun. Untuk pra-Idul Fitri diperkirakan turun 62,5 persen terhadap kondisi volume lalu lintas pada masa pandemi COVID-19," ujar Operations and Maintenance Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa 12 Mei 2020.

    Dalam paparannya, Fitri menyampaikan prediksi penurunan volume lalu lintas tersebut terjadi karena asumsi tidak ada masyarakat yang mudik maupun balik akibat adanya larangan pemerintah yang berlaku sejak 24 April 2020 tersebut. Selain itu, kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalan tol hanya kendaraan golongan I yang sebesar 10 persen dari lalu lintas harian rata-rata COVID-19 yang terdiri atas kendaraan Golongan I lokal non-Jabodetabek, ambulans, TNI/Polri serta kendaraan dinas.

    Di samping itu, terdapat peningkatan kendaraan non golongan I sebesar 20 persen, mengingat bertambahnya kendaraan logistik.

    Dengan demikian, pihak Jasa Marga menyampaikan distribusi lalu lintas selama Masa Pengendalian Transportasi Pra dan Pasca Idul Fitri tahun ini untuk ke arah barat sekitar 22 persen, kemudian ke arah selatan sekitar 18 persen dan ke arah timur sekitar 60 persen.

    Sekitar 57 persen volume lalu lintas diprediksi melalui Jalan Tol Trans Jawa dan 43 persen volume lalu lintas lainnya melalui Jalur Selatan Jawa. "Kami memperkirakan lalu lintas dari tanggal 17 Mei sampai dengan 23 Mei, dengan lalu lintas tertinggi untuk pra-Idul Fitri akan terjadi pada tanggal 21 Mei, walaupun larangan mudik masih diberlakukan sejak 24 April sampai dengan 31 Mei," ujar Fitri Wiyanti.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.