Rupiah Melemah, Pasar Khawatir Gelombang Kedua COVID-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 12 Mei 2020, terkoreksi dipicu kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua COVID-19.

    Pada pukul 9.55 WIB rupiah melemah 63 poin atau 0,42 persen menjadi Rp 14.958 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.895 per dolar AS.

    Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan sentimen negatif terlihat masuk ke pasar keuangan pagi ini.

    "Pasar mengkhawatirkan gelombang kedua kasus COVID-19 di negara yang melonggarkan lockdown," ujar Ariston, Selasa, 12 Mei 2020.

    Dari China pagi ini dilaporkan penambahan 15 kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan satu kasus positif. Senin, 11 Mei 2020, Cina juga sudah melaporkan adanya tambahan lima kasus baru.

    Negara lain seperti Korea Selatan dan Jerman juga melaporkan penambahan kasus positif pasca pelonggaran lockdown. "Sentimen negatif ini bisa mendorong pelemahan aset berisiko," kata Ariston.

    Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke arah resisten Rp 15.150 per dolar AS dengan potensi support Rp 14.800 per dolar AS. Pada Senin lalu, 11 Mei 2020, rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp 14.895 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.920 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.