Wishnutama Ingin Pariwisata Terapkan New Normal, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Wishnutama berkoordinasi dengan para stakeholder pariwisata dan industri kreatif melalui telekonferensi. Dok. Kemenparekraf

    Menparekraf Wishnutama berkoordinasi dengan para stakeholder pariwisata dan industri kreatif melalui telekonferensi. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mencanangkan konsep "new normal" untuk membangkitkan kembali destinasi wisata pasca-pandemi virus corona berakhir. Mengacu pada konsep tersebut, Wishnutama ingin seluruh kawasan pariwisata mengutamakan kebersihan dan kesehatan.

    "Untuk ke kondisi new normal, Kemenparekraf sedang mempersiapkan berbagai protokol kesehatan yang ketat dan aman di berbagai sub-sektor, seperti restoran, hotel, objek wisata, hingga tempat pertunjukan atau bioskop," ujar Wishnutama kepada Tempo, Senin, 11 Mei 2020.

    Adapun konsep tersebut merupakan salah satu bentuk tatanan baru bagi industri dalam menghadapi ancaman Covid-19 ke depan. Upaya ini juga menjadi bagian dari reaktivasi ekonomi setelah dunia usaha ambruk terkena imbas wabah.

    Meski penanganan Covid-19 saat ini memang penting, Wishnutama menyebut upaya untuk memulihkan kegiatan ekonomi juga tidak kalah diperlukan. "Sehingga masyarakat selain dapat terhindar dari penyakit Covid-19, juga tetap bisa mendapatkan penghasilan dan tetap bisa berusaha," ucapnya.

    Wishnutama berharap pihaknya dapat segera mengimplementasikan konsep new normal untuk mereaktivasi kegiatan pariwisata. Namun, ia memastikan proses pemulihan ini akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan dan situasi di lapangan.

    Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan Pemerintah Provinsi Bali memerlukan waktu tiga hingga enam bulan untuk memulihkan industri wisata. Fase pemulihan ini merupakan skenario yang telah disiapkan sebagai upaya mitigasi untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Bali.

    "Ada dua skenario yang disiapkan. Pertama, kalau wabah berlangsung tiga bulan, berarti kita siapkan pemulihannya juga tiga bulan," ujar Putu saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

    Sedangkan skenario kedua, Bali memerlukan fase pemulihan enam bulan seandainya wabah ini juga berlangsung enam bulan lamanya. Sembari menyiapkan pemulihan, Putu memastikan Provinsi Bali saat ini tidak akan melakukan promosi wisata untuk mendatangkan turis, khususnya turis asing.

    Pemerintah, kata dia, pun tengah memastikan hotel-hotel, tempat wisata, restoran, dan tempat publik lainnya siap menerapkan prosedur keamanan, keselamatan, dan kesehatan dengan tepat. Dengan mitigasi yang telah disiapkan, pada masa pemulihan nanti, pemerintah provinsi akan berfokus memperbaiki citra Bali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.