Dianggap Mengerjakan Semua Hal, Luhut Pandjaitan: Enggak Juga

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan kerap kali dianggap sebagai orang yang mengurusi banyak hal. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dia membawahi banyak kementerian, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan kementerian lainnya.

    Dia mengatakan, pemerintah semua terkait, tak hanya satu kementerian. "Jadi kami harus duduk ramai-ramai, enggak bisa sendiri. Jadi kalau orang enggak mau paham, (mereka) pikir Pak Luhut ngerjain semua. Enggak juga. Saya juga kalau mau mengerjakan semua enggak kuat," tuturnya saat bincang khusus bersama Radio Republik Indonesia (RRI), Ahad 10 Mei 2020.

    Luhut mengatakan, dalam melihat persoalan tidak bisa dalam satu sisi saja. Aspek lainnya, kata dia, mesti dipertimbangkan.

    Dia mencontohkan soal pangan. Menurutnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam rapat sudah beberapa kali memberikan instruksi kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Koperasi dan UMKM untuk memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik.

    Menurut dia, itu pula yang menjadi salah satu alasan angkutan transportasi kembali dibuka. Sebab, kata dia, pangan dan transportasi saling berkaitan.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajaran menterinya untuk menjaga kesiapan pangan Indonesia di tengah wabah virus corona Covid-19.

    "Kita garisbawahi mengenai peringatan bahwa pandemi Covid-19 ini bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia atau krisis pangan dunia," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas memebahas laporan Tim Gugus Tugas, lewat video conference, Senin, 13 April 2020.

    Jokowi meminta pasokan dan harga bahan pokok dipastikan. Stok pangan pun diharapkan tak hanya melihat dari produksi pangan saat ini.

    EKO WAHYUDI l EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.